News Room, Rabu ( 02/03 ) Gejala periode La Nina mulai terlihat dari curah hujan yang deras disertai angin kencang, mendadak dan hampir setiap hari. Meski menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini masih belum bisa dikatakan masuk periode tersebut, dikarenakan masih dalam masa musim hujan.
"Tapi, kami tetap memperkirakan tahun ini terjadi La Nina,"kata Endriyono, Prakirawan BMKG Kalianget, pada Media Center.
Kepastiannya ialah, jika sampai awal bulan Mei 2016 curah hujan masih intens, maka itu tanda masuknya La Nina. Hal itu dikarenakan musim hujan biasanya berakhir di bulan April.
"Awal musim kemarau diperkirakan bulan Mei 2016. Karena diperkirakan terjadi La Nina, kemungkinan masuknya musim kemarau mundur. Jadi harus waspada,"tambahnya.
Seperti yang diketahui, La Nina merupakan kebalikan dari El-Nino yang aktif kembali di awal tahun 2016 ini. Jika El-Nino menyebabkan kekeringan, maka La Nina menyebabkan hujan terus-menerus, yang bisa berefek negatif pada aspek tani, maupun potensi banjir. ( Farhan, Esha )