Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-07-2011
  • 357 Kali

Tak Lunasi Pembayaran, 35 Kios Emas Ditutup Paksa

News Room, Selasa ( 05/07 ) Sebanyak 35 kios emas di Jalan Manikam, Kecamatan Kota Sumenep, ditutup paksa oleh pemilik lahan, Hj. Khotijah, pada Selasa (05/07) pagi. Penutupan dilakukan karena dinilai para pedagang emas tidak melunasi tanggungan atau sisa akad jual beli yang sudah menjadi kesepakatan bersama yang dibuat tahun 2008 lalu. Kontan saja, para pedagang emas tersebut memprotes sikap pemilik lahan yang menutup paksa kiosnya. Salah satu pedagang emas, H. Naufal (40) mengatakan, sesuai perjanjian yang dibuat dengan pemilik lahan, kewajiban pembeli hanya membayar uang muka yang nilanya bervariasi. Untuk pelunasannya dapat dilakukan jika sertifikat tanah diselesaikan oleh pemilik lahan. "Sertifikat belum selesai. Pedagang emas sudah diminta melunasi. Harga lokasi antara Rp. 15 juta hingga Rp. 35 juta per-kios,"kata Naufal pada wartawan di lokasi, Selasa (05/07). Naufal mengaku kecewa atas aksi penutupan kios oleh pemilik lahan, sebab akibat tindakan itu para pedagang emas mengalami kerugian jutaan rupiah. "Kami tidak bisa berjualan. Pemilik lahan tidak menepati janji yang dibuat bersama pada awal penggunaan lahan. Padahal, pedagang emas telah membangun lokasi sendiri,"terangnya. Naufal juga mengemukakan, pedagang emas hanya membeli lahan dengan uang muka yang sudah disepakati bersama. "Uang muka yang dibayarkan para pedagang antara Rp. 2 juta hingga Rp. 7 juta. Sedangkan, untuk bangunannya kami membuat sendiri,"ungkapnya. Jumlah kios emas di Jalan Manikam tersebut, sebanyak 52 kios, yang ditutup 35 kios, sehingga masih ada pedagang yang bisa beraktivitas, karena berusaha melunasi pembelian lahan kios sebesar Rp. 35 juta. "Saya sudah melunasi, sehingga tetap bisa berjualan. Namun, saya masih diminta uang tambahan sebesar Rp. 2,5 juta,"kata Abd. Rahman pada wartawan dilokasi. Dia juga membenarkan jika pihak pemilik lahan belum mempersiapkan sertifikat sebagaimana yang tertuang dalam perjanjian semula. "Saya hanya melunasi, sertifikat lahan belum ada,"tandasnya. Sedangkan Pemilik lahan Hj. Khotijah kesulitan dikonfirmasi. Menurut salah seorang anak buahnya sedang berada di luar kota. ( Nita, Esha )