News Room, Rabu ( 27/05 ) Pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa/Kecamatan Guluk-guluk diindikasikan terjadi penyimpangan. Sebab, ratusan warga Desa/Kecamatan Guluk-guluk, tidak menerima BLT, padahal mereka tercatat dalam database pencairan BLT tahun 2009, sehingga, Komunitas Pemuda Guluk-guluk (kompag) , Rabu (27/5) pagi, mendatangi Komisi D DPRD Sumenep, melaporkan adanya penyimpangan pencairan BLT tersebut. Juru bicara Kompag, Fatim mengatakan, sesuai data yang ada, jumlah penerima BLT di Desa Guluk-guluk mencapai 1.474 orang. Namun, setelah pencairan dilakukan, ternyata banyak penerima BLT yang tidak kebagian, diperkirakan mencapai 314 orang. “Ke 314 orang yang tidak menerima BLT itu, berada di Dusun Guluk-guluk Timur sebanyak 40 orang, Dusun Guluk-guluk Tengah 230 orang, Dusun Kalaba’an Daya 17 orang, dan Dusun Barakas 27 orang,â€Âterangnya. Sementara, Ketua Komisi D DPRD Sumenep, Drs. Moh. Kamalil Ersyad, M.Pd menduga kuat ada indikasi penyimpangan. Menurutnya, semestinya pencairan BLT harus diberikan sesuai database yang ada. “Tapi, kalau yang di Guluk-guluk itu, BLT justru diberikan tidak sesuai database, maka memang ada indikasi penyimpangan,†tegasnya. Untuk menindak lanjuti persoalan ini, kata Ersyad, pada Senin (01/06) nanti, Komisi D akan memanggil pihak terkait. “Pihak terkait yang bakal kami panggil, yakni Kepala Desa Guluk-guluk, Camat Guluk-guluk, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial. Karena, pencairan BLT ini terkesan main-main dengan data, utamanya bagian pemberdayaan masyarakat. Sebab, ada yang kaya menerima, tapi yang berhak menerima justru tidak menerima,†katanya. Ersyad menjelaskan, berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, pencairan BLT tahun ini memang banyak persoalan dan terkesan ada penyimpangan. “Meski banyak, tapi yang mengadu ke Komisi D baru satu ini, yakni dari Desa/Kecamatan Guluk-guluk,†terangnya menambahkan. ( Nita, Esha )