Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-05-2009
  • 356 Kali

Tak Terima Raskin, LSM Garindo Laporkan RTM

News Room, Selasa ( 26/05 ) LSM Gerakan Reformasi Indonesia (Garindo) Sumenep, melaporkan sekitar 100 rumah tangga miskin (RTM) di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, tidak menerima beras operasi pasar khusus (OPK) keluarga miskin (gakin), pada Komisi B DPRD setempat. Ketua LSM Garindo Sumenep, Sarkawi, menjelaskan, beberapa waktu lalu, pihaknya menerima pengaduan dari sekitar 100 RTM di di Desa Kalianget Timur, yang tidak menerima beras OPK gakin pada tahun ini. Padahal, pada tahun 2008 lalu, 100 RTM tersebut tercatat sebagai penerima manfaat beras OPK gakin. Bahkan, mereka tahun ini menerima bantuan langsung tunai (BLT). “Ini yang menjadi pertanyaan besar. Seharusnya, masyarakat miskin yang menerima BLT, juga berhak menerima raskin,” terangnya. Ia menjelaskan, pihaknya sengaja melaporkan persoalan tersebut pada Komisi B DPRD, agar segara ditindaklanjuti, dengan harapan supaya warga yang memang masuk klasifikasi RTM itu bisa menerima program beras OPK gakin. Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Sumenep, Bambang Prayogi menjelaskan, pihaknya langsung berusaha menghadirkan sejumlah pihak yang terkait dengan distribusi beras OPK gakin, utamanya di wilayah Kecamatan Kalianget. “Jadi, agar Komisi tidak dianggap gegabah menanggapi persoalan ini, maka kami mengundang pihak yang berkompeten dengab persoalan raskin, di antaranya tim beras OPK gakin tingkat kabupaten hingga kecamatan, aparat desa setempat, dan personel Biro Pusat Statistik (BPS) Sumenep,” katanya. Bambang menjelaskan, untuk sementara berdasarkan data yang dikantonginya, ada penambahan jumlah penerima manfaat beras OPK gakin di Desa Kalianget Timur pada tahun ini. “Pada tahun 2008 lalu, jumlah penerima manfaat beras OPK gakin di Desa Kalianget Timur, sebanyak 1.005 RTM, dan tahun ini sebanyak 1.175 RTM. Tapi, kemudian ada laporan dari LSM Garindo, tentang adanya sekitar 100 RTM penerima manfaat beras OPK gakin pada tahun lalu, ternyata tidak lagi tercatat sebagai penerima manfaat pada tahun ini,” ujarnya mengungkapkan. Untuk itu, pihaknya meminta kepada kades bersama camat setempat, supaya secepatnya mendata 100 orang tersebut, untuk mengecek tidak masuknya masyarakat miskin sebagai penerima raskin. ( Nita, Esha )