Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-04-2017
  • 663 Kali

Tekan Angka Kematian Ibu Dan Bayi, Dinkes Luncurkan Inovasi

Media Center, Sabtu ( 29/04 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, gizi buruk dan balita stunting/pendek, buktinya melalui Dinas Kesehatan berinovasi dengan sejumlah program, yakni kelas ibu nifas, gerakan masyarakat peduli balita kurang gizi dan gerakan masyarakat siaga.

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, Dinas Kesehatan memang harus berinovasi untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi, gisi buruk dan balita stunting atau balita pendek.

Berdasarkan data, jumlah kematian ibu dari tahun 2015 hingga 2016 sangat mengkhawatirkan, karena angka kematian ibu bertambah hingga mencapai 50 persen.

”Angka kematian ibu tahun 2015 sebanyak 44,89 per-seratus ribu kelahiran hidup dan pada tahun 2016 meningkatkan dengan angka mencapai 72,92 per-seratus ribu kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi tahun 2015 sebanyak 3,14 per-seribu kelahiran hidup dan pada 2016 mengalami sedikit penurunan, yakni sebanyak 3,8 per-seribu kelahiran hidup, dan bayi gizi kurang tahun 2015 sebanyak 454 bayi, dan di tahun 2016 sebanyak 371 bayi,”kata Bupati saat peresmian inovasi kelas ibu nifas, gerakan masyarakat peduli balita kurang gizi dan gerakan masyarakat siaga di GOR A. Yani Pangligur Sumenep, Sabtu (29/04).

Bupati menyatakan, pelaku kesehatan hendaknya menajamkan sosialisasi kepada masyarakat supaya ikut aktif mendukung inovasi program tersebut, supaya tidak ada kendala dalam pelaksanaannya di tingkat Desa. Apabila masyarakat tidak mendukung program tersebut dampaknya program tersebut tidak berjalan efektif dan hanya menjadi symbol saja,

“Jadi, Dinas Kesehatan harus membuat sistem yang kuat hingga ke Desa, karena kalau sistemnya lemah jangan harap programnya berjalan efektif, bahkan pelaku kesehatan di Dinas Kesehatan harus memotivasi masyarakat, supaya mendukung programnya dan selalu berbudaya hidup sehat. Ini tantangan tersendiri bagi pelaku kesehatan, baik Dinas Kesehatan, Puskesmas dan tenaga medis di Desa.”tegasnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. H. A. Fathoni mengungkapkan, inovasi kelas ibu nifas, gerakan masyarakat peduli balita kurang gizi, dan gerakan masyarakat siaga sebagai ujung tombak untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi, gizi buruk dan balita pendek.

”Setalah peresmian ada langkah tindak lanjut, baik berupa Standart Operasional Pelayanan (SOP) maupun tindakan lainnya yang perlu dilakukan tenaga medis,”tambahnya.

Usai kegiatan tersebut, Bupati juga memberikan berbagai piagam dan penghargaan kepada pelaku medis yang berpestasi, mulai tingkat Desa hingga Puskemas, seperti Kader Posyandu, dan Desa Siaga. ( Yasik, Esha )