Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-11-2010
  • 581 Kali

Telat Pengiriman Obat, Masyarakat Pulau Kesulitan Berobat

News Room, Senin ( 15/11 ) Dalam seminggu ini, sejumlah Puskesmas maupun Postu di kepulauan khususnya di Kecamatan Sapeken, mengalami kendala kekurangan obat, seperti cairan dan oksigen yang justru banyak dibutuhkan pasien. Sebab, sejumlah stok obat-obatan tersebut masih belum bisa dikirim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep. Anggota DPRD Sumenep asal kepulauan, Dulsiam, M.Pd mengungkapkan, kondisi tersebut hendaknya segera disikapi dengan serius dan segera. Sebab, jika tidak segera dilakukan pengiriman obat, khawatir masyarakat, khususnya di Kepulauan kesulitan untuk berobat. Berdasarkan keterangan dari masyarakat dan para tenaga medis di Puskemas dan Posto, beberapa pasien akhirnya terpaksa tidak bisa dilayani karena memang sudah kehabisan obat,”ujarnya. Bahkan, Dulsiam mengaku, hari ini akan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep untuk memastikan, agar segera dilakukan pengiriman obat, khsususnya di Kepulauan, jika memang obatnya ada dan hanya tinggal adminitrasi saja. Jika di daratan masih bisa secepatnya dilakukan pengiriman maupun alternatif obat lainnya, namun di kepulauan, mereka hanya menunggu pengiriman dari dari Dinas Kesehatan. “Seharusnya, jika sudah emergensi seperti itu, seharusnya ada kebijakan untuk segera tanggap dilakukan penanganan cepat,”tambahnya. Sementara Kepala Bidang Farmasi dan Promosi Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Chusnul Arif mengaku hingga saat ini memang belum melakukan pengiriman obat khususnya generik ke Puskesmas, Polindes dan Pustu, karena memang masih belum selesai proses administrasinya. Sebab, itu harus sesuai dengan petunjuk teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan. “Sebenarnya obatnya sudah ada, dan menumpuk di gudang obat, namun tentu melalui proses administrasi, diajukan kepada Bupati, dipelajari dulu dan sebagainya, baru dilakukan pengiriman,”ujarnya. Sebab, pihaknya tidak ingin kecolongan melanggar aturan, yang nantinya malah berhadapatan dengan proses hukum dan sebagainya. Sedangkan mengenai keberadaan obat dimasing-masing Puskesmas dan sebagainya, sebenarnya masih tetap ada persediaan dan tidak ada masalah. “Kami memang ingin secepatnya obat-obat itu dikirim, namun tetap harus mengikuti aturan, dan kita tidak mungkin kemudian menabrak aturan yang ada,”tambahnya. ( Ren, Esha )