News Room, Kamis ( 13/11 ) Anggota Koperasi harus memiliki kecintaan, tanggung jawab, dan semangat yang besar untuk maju bersama koperasi. Sebab, jika tidak ada semangat, apalagi tidak ada tanggung jawab, maka keberadaan koperasi tidak akan memberikan perubahan bagi kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara Temu Interaktif Gerakan Koperasi Kabupaten Sumenep 2014, di Gedung KORPRI Sumenep, Kamis (13/11). Bahkan Bupati juga mengingatkan ungkapan Bapak Koperasi, Moh. Hatta. “Anggota koperasi harus mempunyai tanggung jawab moril dan sosial. Apabila tanggung jawab yang 2 itu tidak ada, koperasi tidak akan tumbuh, dan tidak akan menjadi ruh kesejahteraan masyarakat,”ungkapnya. Bupati juga mengapresiasi prestasi Koperasi di Sumenep, sepanjang tahun 2012-2014, keluarga besar koperasi di Sumenep telah berhasil meraih 12 penghargaan bidang koperasi, baik di tingkat regional maupun nasional. Salah satunya, diraih Koperasi BMT NU, yang pada tahun ini mendapatkan penghargaan Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional dan Satya Lencana Koperasi Tingkat Nasional 2014. Meski baru didirikan sejak tahun 2007, tetapi telah memiliki aset sebesar Rp. 27 milyar, dan 27.000 anggota. Sekedar diketahui, pada tahun 2010, jumlah Koperasi di Kabupaten Sumenep masih berjumlah 782 koperasi. Tetapi, di tahun 2014 ini meningkat menjadi 1.275 koperasi, dengan jumlah anggota mencapai 70.200 anggota. selain itu pula, diikuti dengan meningkatnya permodalan koperasi dari Rp. 444 milyar di tahun 2011, menjadi Rp. 545 milyar lebih di awal tahun 2014. “Selama 3 tahun ini, kita berhasil mengaktifkan kembali 331 koperasi. Berarti, masih ada 106 unit koperasi yang perlu diaktifkan kembali. Untuk itu, di tahun 2015 nanti, target saya, bahwa seluruh koperasi di Sumenep statusnya sudah aktif semua,” tandasnya. ( Ren, Esha )