News Room, Jum’at ( 07/11 ) Ratusan warga Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, terkait adanya temuan penggelembungan hasil suara di tingkat PPK. Mereka tiba di kantor KPU, Jalan Asta Tinggi, Kebunagung, Jum’at (07/11) siang, pada pukul 14.20 Wib, dengan mengendarai 10 mobil Pick-Up. Sambil berorasi yang berisi kecaman terhadap KPU, massa pendukung pasangan calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa – Mudjiono (KaJi), mereka juga membentangkan poster bertuliskan KPUD Sumenep harus jujur dan adil, jaga kewibawaan KPUD Sumenep dengan cara tidak memanipulasi data perolehan suara kalau tidak nasibnya sama seperti Amrozi Cs. Korlap Aksi, Nyai Dewi Kholifah Safraji, mengatakan, bahwa berdasarkan temuan warga Muslimat di lapangan, ada selisih hasil penghitungan suara sementara di PPK sebanyak 220 suara, yang terjadi di 10 Kecamatan daratan. “Jadi, kedatangan kami ini, untuk meminta KPU Kabupaten Sumenep dalam penghitungan suara sementara secara manual nanti, supaya lebih selektif dan bersikap netral dengan tidak memihak kepada salah satu kandidat,â€Âterang Eva, ketika ditemui di sela-sela kerumunan pendemo di depan kantor KPU Kabupaten Sumenep, Jalan Asta Tinggi, Sumenep, Jum’at (07/11). Bahkan, ia berharap KPU tidak mengumumkan terlebih dahulu kepada media massa, tentang hasil penghitungan suara sementara di PPK, sebelum KPU melakukan penghitungan secara manual. Setelah puas berorasi, 6 perwakilan Muslimat berhasil menemui anggota KPU Sumenep. Dalam tatap muka itu, Ketua KPU Kabupaten Sumenep, Toha Shamadi, ST mengatakan, bahwa perolehan suara sementara yang ditulis media massa itu, bukan bersumber dari KPU. “Mungkin saja mereka mendatangi masing-masing PPK dan mencatat hasil penghitungan suara sementara, sehingga langsung ditulis. Yang jelas, kami tidak pernah memberikan hasil penghitungan suara di tingkat PPK,â€Âtegasnya. Toha menjelaskan, KPU akan tetap berpatokan pada hasil penghitungan suara sementara secara manual, yang akan dilakukan pada Senin (10/11) mendatang. “Kami tidak mempersoalkan hasil yang ditulis media massa, tapi tetap mengacu pada hasil penghitungan suara sementara secara manual yang akan dilakukan KPU Kabupaten Sumenep,â€Âujarnya. ( Nita, Esha )