News Room, Selasa ( 26/01 ) Kabupaten Sumenep merupakan salah satu penghasil rumput laut terbesar di Jawa Timur, karena itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumenep berupaya terus mengembangkan produksi budidaya rumput laut melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta menjalin kerjasama dengan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS).
Kepala DKP Sumenep, Ir. Mohammad Djakfar, M.Si mengungkapkan, kerjasama dengan BPWS dilakukan, karena melalui BPWS bisa mendapatkan suntikan bantuan dari sebuah organisasi dibawah naungan PBB, yaitu The United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) untuk membantu mengembangkan budidaya rumput laut.
“Disamping itu, pembangunan pabrik pengolahan rumput harus direalisasikan di Sumenep, untuk menambah pendapatan petani rumput laut,”ungkapnya.
Hanya saja tegas Djakfar, panggilan akrab pria kelahiran kepulauan ini, Analisis Mengenai Dampak lingkungan (AMDAL) sering menjadi kendala pemetaan cluster rumput laut di Sumenep, karena berada di pemukiman warga, sehingga dimungkinkan akan dibangun di pesisir pantai.
Diakui, Pemkab Sumenep juga akan menggelontorkan dana Rp. 1,8 milyar untuk pembudidayaan rumput laut dengan metode yang baik, sehingga petani tidak lagi mencampur dengan garam.
“Hingga saat ini produksi rumput laut kering di Sumenep mencapai 90.000 ton lebih, serta 600.000 ton rumput laut basah,”tambahnya. ( Ren, Esha )