News Room, Rabu (18/04) Kiprah laki-laki dan perempuan dalam birokrasi, khususnya dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep selama ini tidak ada perbedaan yang berarti. Semua sama-sama memiliki kemampuan dan siap berkompetesi dalam hal karier. Jadi, tidak ada diskriminasi antara laki-laki dan perempuan dalam ber-karier. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sumenep, R. Titik Suryati, SH, MH kepada News Room di ruang kerjanya tadi siang, Rabu (18/04). Sebetulnya, menurut mantan Kabag Hukum Setkab Sumenep ini, perjuangan perempuan dalam menjalani profesi yang biasa dilakukan oleh laki-laki, tidak hanya saat ini, namun sudah sejak jaman Nabi kiprah wanita sudah ada. "Kita ketahui di jaman Nabi kita, Siti Hadijah dengan materinya beliau berjuang, namun di Indonesia sendiri sosok kartini menjadi penyemangat perjuangan kaum perempuan.”ujarnya. Menurutnya, sosok kartini yang dikenal gigih dalam berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat kaum wanita dengan segala keterbatasan saat itu. Meskipun diakui, ketika dipersentasekan kiprah wanita saat ini masih minoritas. Bahkan, realitasnya belum mencapai 30 persen dari laki-laki seperti yang pernah diharapkan dalam aturan di Partai Politik. Dijelaskan, secara umum kinerja birokrasi laki-laki dan perempuan di Sumenep hampir sama. Bahkan, dari jumlah PNS di Sumenep sebanyak 11.229 kinerja perempuan juga banyak yang menjabat diposisi terdepan meskipun angkanya masih belum imbang. “Kami berharap kedepan para wanita PNS di Sumenep memiliki semangat dan terus berkarya tanpa harus meninggalkan kodrat sebagai seorang perempuan,”tambahnya. Bahkan, seorang ibu yang PNS memiliki energi ganda, disamping tugas keseharian dirumah tangga juga harus menyelesaikan tugas. Disamping berhasil dirumah tangga kesuksesan karir juga berupaya untuk didapat. ( Ren, Esha )