News Room, Senin ( 27/04 ) Keberadaan bidan sangat diperlukan masyarakat. Bidan juga menjadi ujung tombak penekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Dengan demikian, seorang bidan benar-benar dituntut untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat banyak.
“Oleh karena itu, bidan harus memiliki kesiapan yang maksimal dalam pengabdiannya,”kata Kusmawati Herman, Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, pada News Room.
Menurut Kus, panggilan akrab Kusmawati, paling sedikitnya ada 3 indikator kesiapan yang harus dipenuhi oleh bidan. Yang pertama ialah sisi keaktifan (stand by) di Puskesmas atau Polindes. Yang kedua, ialah perihal kebersihan lingkungan, dan yang terakhir ialah kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) yang dimiliki. “Dan 3 indikator itu bisa diketahui dengan cara turba langsung ke lapangan. Nah, itulah yang kemudian kita evaluasi,” tambahnya.
Kus mengakui jika 3 indikator tersebut masih belum sepenuhnya terpenuhi. Terutama yang ia dapat dari hasil blusukan dinasnya ke Puskesmas dan Polindes di Kabupaten Sumenep, masih seputar kurang lengkapnya sarpras. Seperti hasil sidaknya beberapa waktu lalu, masih ada sebagian Puskesmas dan Polindes yang belum memiliki tabung oksigen. “Kita berharap hal ini bisa secepatnya teratasi. Karena ini kelengkapan yang harus dimiliki,”tutupnya. ( Farhan, Esha )