Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-01-2008
  • 534 Kali

Tim Ahli ITS Turun Tangan, Usut Proyek Pelabuhan Rakyat

News Room, Rabu ( 09/01 ) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, terus melakukan pengusutan proyek Pelabuhan Rakyat (Pelra) yang didanai APBD Jawa Timur tahun 2006 senilai Rp. 3 milyar, yang diduga terdapat penyimpangan pembangunan pintu masuk (causeway) yang dikerjakan dua tahap. Dugaan penyimpangan pekerjaan proyek tersebut hingga saat ini belum masuk persidangan, tapi masih berkutat pada seputar penyidikan. Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Masnunah SH, mengatakan, Tim Penyidik Kejari terus mengumpulkan barang bukti, dan saat ini menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk pembuktian adanya dugaan kerugian negara. Masnunah menambahkan, audit BPKP itu sangat penting, karena satu-satunya lembaga yang dapat membuktikan ada tidaknya unsur kerugian negara, sehingga, selama audit BPKP berlangsung, Tim Ahli dari ITS Surabaya diminta untuk melengkapi berkas mengenai hasil cek fisik proyek itu. Masnunah menandaskan, dengan adanya kekurangan berkas itu, maka saksi ahli dari ITS terpaksa harus turun kelapangan kembali untuk memperjelas selisih antara meter persegi dengan meter kubik. Saksi ahli dari ITS itu, sebenarnya sudah melakukan cek fisik pada Desember lalu, namun data hasil cek tersebut masih dianggap kurang, sehingga harus turun lagi ke lokasi proyek, namun hingga saat ini hasilnya belum selesai. Apabila saksi ahli sudah selesai akan diserahkan kembali ke BPKP dan akan dihitung ulang berapa kerugian negaranya. Dalam perkembangan penyidikan yang dilakukan Kejaksaan, pembangunan pintu masuk (causeway) seharusnya pada tahap I berukuran 250 x 7 meter, tapi kenyataannya setelah dilakukan pengukuran hanya dibangun 225 x 7 meter. Untuk tahap II, seharusnya bangunan atau jalan seluas 1.050 m2, tapi setelah diperiksa hanya terdapat sekitar 820 m2. Kejanggalan lainnya, yakni pembuatan tebing yang seharusnya sepanjang 60 cm x lebar 736 cm dengan tinggi 425 cm dan tebal 50 cm dengan campuran perbandingan satu semen empat pasir. Namun pelaksanaannya, hanya 140 cm dari tinggi kemiringan 425 cm dan tebal 20 hingga 25 cm dengan campuran satu semen 10 dan 12 pasir. Kemudian, pembangunan gorong-gorong yang seharusnya sepanjang 280 cm x lebar 685 cm tebal 25 cm dengan campuran satu semen dua pasir dan kerikil. Pembuatan beton penahan gelombang sebanyak 1.215 buah dengan ukuran 60 x 60 cm dengan campuran yang seharusnya satu semen, dua pasir, dan tiga kerikil, dalam pelaksanaannya hanya satu semen, delapan pasir, dan 12 kerikil, bahkan dicampur dengan batu besar ukuran 10 x 15 cm. Sedangkan dana pelaksanaan proyek tahap I sebesar Rp. 1,9 milyar lebih dan tahap II dananya sekitar Rp. 973.645.000.( Nita, Esha )