News Room, Rabu (17/09); Manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) harus terus digalakkan masyarakat dengan jalan membudidayakan TOGA ini sebagai obat alternatif bagi masyarakat, demi menjaga kesehatan mereka sehari-hari. Terbukti, beberapa waktu lalu Tim Penggerak PKK Kecamatan Manding menggelar kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman TOGA dilaksanakan. Disamping memnjelaskan khasiat TOGA kepada para Ibu-Ibu PKK juga kepada masyarakat luas, para pengurus PKK juga meminta masyarakat untuk bisa menjadikan TOGA sebagai tanaman pilihan. “Kita berharap ada tanaman TOGA disetiap pekarangan rumah maupun lahan-lahan kosong yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman berkhasiat bagi kesehatan ini.†Ujar Ny.Tutik Hanafi, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Manding yang ditemui disela-sela kegiatan bakti tanam TOGA di pekarangan rumah salah seorang warga Desa Manding Laok. Tutik mengaku bangga dengan respon masyarakat di Kecamatan Manding yang betul-betul memanfaatkan TOGA sebagai tanaman pilihan masyarakat utamanya ibu-ibu rumah tangga. Selain ada di halaman kecamatan dan beberapa lahan di balai Desa dan rumah-rumah warga di Kecamatan Manding sudah banyak tanaman TOGA, maka pihaknya hanya tinggal memperbaiki dan menata TOGA agar lebih baik. Kecenderungan masyarakat menanam TOGA, karena memang kenyataannya sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Tutik mencontohkan jika ada anggota keluarga atau anak sakit batuk untuk sementara bisa diatasi dengan tanaman Kemangi di campur Minyak Tanah, baru selanjutnya melalui penanganan medis. Paling banyak dipelihara oleh warga biasanya tanaman jenis kunir, kunir putih, laos, kemangi dan sebagainya. Karena itu Istri Camat Manding ini mengaku senang, ketika ada pemantauan dan pembinaan TOGA dari Tim PKK Kabupaten beberapa waktu lalu. Hal itu menambah semangat warga untuk terus membudidayakan tanaman TOGA, meskipun tidak harus ditanam di lahan khusus ataupun di pekarangan luas. Bahkan, melalui pengurus PKK di tingkat Desa, masyarakat selalu diajak untuk menanam di pekarangan rumah dan di pot-pot seperti halnya menaman bunga. Yang jelas setiap tanaman yang bermanfaat dan sudah dapat dibuktikan berkhasiat bagi kesehatan masyarakat, maka mereka merasa eman jika tidak dipelihara dengan baik. Setidaknya ada beberapa macam tanaman TOGA di rumah yang bisa diambil ketika diperlukan sendiri maupun tetangga yang kebetulan berkhasiat untuk menjaga kesehatan dan kesembuhan pernyakit lainnya. Hal yang sama diakui Hj. Amaniah, ketua Tim PKK Desa Manding Laok. Ia mengaku hampir semua rumah warga telah tanaman TOGA. Meski tidak ada secara khusus yang membudidayakan TOGA untuk dijual, namun untuk keperluan rumah tangga masing-masing sudah cukup. “Paling tidak, ketika membutuhkan obat alternatif yang dialami itu sudah tinggal petik dan mencampur dengan bahan lainnya, sudah bisa menanggulangi berbagai penyakit yang terkadang menyerang tiba-tiba.†Pungkasnya. ( Ren, Adjie )