Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-05-2008
  • 451 Kali

Tim TSSM Kabupaten Sumenep Terbaik Di Jawa Timur

News Room, Selasa ( 06/05 ) Tim Total Sanitasi and Sanitation Marketing (TSSM) Kabupaten Sumenep mendapat respon positif serta Trophy Penghargaan tingkat Propinsi Jawa Timur dalam penilaian kekompakan Tim yang beranggotakan 7 orang dalam pelaksanaan Work Shob Review Pembelajaran Stackholder di Surabaya yang diselenggarakan selama 3 hari sejak 27 hingga 30 April 2008 lalu. Menurut Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Samsu Hadi Widjono, penghargaan tersebut disamping merupakan upaya Tim dalam memaparkan makalah Hipotesa menuju Open Devication Free (ODF) 2010, atau disebut bebas buang air besar sembarangan. Ternyata yang menjadi dasar penilaian karena sebelumnya Kabupaten Sumenep cukup berhasil dalam pelaksanaan TSSM mencapai ODF di 2 Desa, yakni Desa Larangan Perreng dan Desa Sentol Laok Kecamatan Pragaan. Bahkan yang menjadi pertimbangan, pelaksanaan TSSM yang dilaksanakan di 2 Desa tersebut murni merupakan swadaya masyarakat, tanpa campur tangan pemerintah sepersenpun dalam hal pendanaan. Jadi, pembuatan MCK yang ada di 2 Desa tersebut benar-benar keinginan dari kelompok masyarakat itu sendiri sesuai kemampuannya. Sehingga, pembuatan MCK bermacam-macam sesuai keinginan masyarakat. Ada yang memakai closet, semen dan sebagainya. Yang penting kuat dan sehat bagi lingkungan. Disamping itu pula sikap gotong-royong dan kepedulian semua masyarakat disana yang perlu menjadi contoh bagi Desa lain, khususnya di Kabupaten Sumenep. Padahal, sebelumnya sempat diberi bantuan closet langsung justru tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Namun justru dari masyarakat sendirilah yang memiliki ide untuk membuat MCK yang layak untuk mereka sendiri. Sementara salah seorang anggota Tim TSSM Kabupaten Sumenep, Tadjul Arifin, R. mengaku sangat bangga atas keberhasilan dalam pelaksanaan TSSM Kabupaten Sumenep hingga diakui terbaik di Jawa Timur. Padahal, untuk memperoleh penghargaan dan apresiasi dari Leader WSP Asia Fasifik, Nelanjane Moherje dan Leader WSP Pusat, Ratna Indrawati Yosodipuro sangat sulit dan penuh perjuangan panjang. Karena itu, Tadjul berharap apa yang telah dilakukan oleh 2 Desa tersebut menjadi pemacu Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan untuk memotivasi Desa yang lain dapat melaksanakan kegiatan yang sama. ( Ren, Esha )