Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-05-2012
  • 578 Kali

TKI Asal Kabupaten Sumenep Banyak Bermasalah

News Room, Selasa ( 09/05 ) Keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memang menjadi primadona atas devisa indonesia, akan tetapi pada sisi lain hal itu berbanding lurus dengan masalah yang dihadapinya. Menurut Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnakertran Kabupaten Sumenep, Fatah Zamani, S.Sos, selama tahun 2011 saja sedikitnya ada 532 TKI asal Sumenep yang dipulangkan dari negara Malaysia, karena bermasalah, sehingga mereka tidak mendapat bayaran sesenpun dari pengguna jasa di Malaysia. Berkenaan dengan hal tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Timur menaruh perhatian penuh terhadap segala masalah TKI. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan melaksanakan Sosialissai Penanganan Dan Penempatan Calon TKI ke Luar Negeri yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Lenteng, Rabu (09/05). Dipilihnya Kecamatan Lenteng sebagai tempat sosialisasi, karena Kecamatan Lenteng merupakan salah satu kantong TKI terbesar di Kabupaten Sumenep, kata Fatah Zamani menambahkan. Sementara itu Camat Lenteng, Moh. Hanafi S.IP, ketika dikonfirmasi News Room menengarai, bahwa setiap tahunnya ada sekitar 50 orang asal Kecamatan Lenteng yang berangkat ke luar negeri sebagai TKI, akan tetapi tidak pernah melapor kepada pihaknya karena berangkat melalui Kabupaten lain. Ahmad Sarbini penyaji yang berasal dari unsur Polda Jatim mengatakan, Polri memiliki tanggung jawab yang besar dalam penanganan masalah TKI sesuai amanat Pasal 101 Undang-Undang Nomor 39 tahun 2004, oleh karenanya diharapkan agar para Calon TKI khususnya yang berasal dari Kecamatan Lenteng, agar mengikuti jalur resmi bila ingin bekerja di luar negeri. Nara sumber lainnya masing-masing Endang Mardiyanti, UPT P3 TKI Disnakertrans Propinsi Jatim, Tati Devisi keimigrasian Kanwil Kemenkumhamn Propinsi Jatim, dan LSM Komite Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia (KNP-TKI) Jawa Timur menyuarakan hal senada, agar berhati-hati terhadap rayuan para tekong, karena akan berdampak buruk dibelakang nanti. Acara tersebut dihadiri oleh juga oleh FORPIMKA (Forum Pimpinan Kecamatan), para Kepala Desa se Kecamatan Lenteng, Tokoh masyakarat dan para calon TKI asal Lenteng. ( Jhon, Esha )