News Room, Senin ( 03/06 ) Melalui Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 90 tahun 2013 yang dilaksanakan bersamaan dengan 2 agenda penting, yakni peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei diharapkan mampu membangkitan rasa semangat persatuan dan kesatuan, serta nasionalisme dalam segala aspek kehidupan. Kemudian dalam rangka Hari Lahirnya Pancasila pada 1 Juni dapat memperbaiki kualitas kebangsaan dengan nilai-nilai Pancasila. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si saat membacakan sambutan Wakil Gubernur Jawa timur, Drs. H. Saifullah Yusuf, pada Upacara Penutupan Pelaksanaan TMMd ke 90 tahun 2013 di Lapangan Kecamatan Saronggi, Senin (03/06). Sebab, menurutnya, sejak era reformasi pada tahun 1998 lalu, Pancasila seolah tenggelam dan jarang dikutip dan dibahas, yang disebabkan proses globalisasi secara nasional. “Dan berdampak pada persoalan hak asasi manusia dalam pemanfaatan teknologi informasi yang menjadi kekuatan dalam mempengaruhi berbagai aspek kehidupan yang dialami bangsa saat ini,”tambahnya. Untuk itu, melalui kegiatan TMMD tahun ini yang memiliki tema “Melalui TNI Manunggal Membangun Desa, TNI bersama-sama POLRI, Kementerian/LPNK, Pemerintah Daerah, dan seluruh komponen bangsa lainnya, kita tingkatkan integritas guna mendukung percepatan pembangunan dalam rangka mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. mampu teraktulisasi dalam membangun jiwa kegotong-royongan serta membangun watak dan karakter bangsa”. Peran seluruh komponen dalam pelaksanaan TMMD semakin memacu kebersamaan dalam persatuan lintas sektoral yang dilaksanakan bersama-sama masyarakat dalam mewujudkan akselerasi pembangunan, hingga di wilayah yang paling terpencil. Dan diharapkan pula kegiatan seperti itu terus dilaksanakan dengan berkelanjutan dan berkesinambungan dalam menciptakan kebersamaan dan kemandirian. Disinggung pula tentang upaya strategis dan efekftik dalam pelaksanaan pembangunan, baik dibidang ekonomi maupun pertahanan nasional. Apalagi, Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berkualitas, serta memiliki kuantitas ilmu dan teknologi, sehingga nantinya Indonesia akan menjadi negara adidaya, karena negera-negara maju menginginkan negara kita tetap berada sebagai negara berkembang. Sebagai bentuk perhatian dalam pelaksanaan TMMD kali ini, Pemerintah Propinsi Jawa Timur juga telah membantu kegiatan tersebut, baik dari segi material seperti halnya, kegiatan penyuluhan hukum, material dari Dinas Pengairan kesemua lokasi, Badan Perpustakaan Daerah, BKKBN, kontrasepsi gratis dan penyuluhan, bantuan sosial, bantuan beras ke daerah bencana, sosialisasi peratuan tentang kelauatan dan perikanan dan sebagainya. Sementara itu, dalam kegiatan Upacara Penutupan TMMD yang dilaksanakan selama 21 hari di 2 Desa di Kecamatan Saronggi tersebut, ditandai dengan penandatangan Bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan TNI, yang dilakukan Bupati Sumenep, Wakil Bupati Sumenep bersama Dandim 0827 Sumenep. ( Ren, Esha )