Satpol PP. Kab. Sumenep : Kasus kekerasan antaranggota TNI-Polri kembali terjadi. Kali ini terjadi di Buleleng, Bali, yang melibatkan sejumlah anggota pasukan Batalyon Infanteri 900/Raider Buleleng dengan anggota Kepolisian Resor Buleleng, kemarin malam. Akibatnya, empat orang anggota polisi dilaporkan terluka dan tiga di antaranya sempat mendapat perawatan medis di RS Umum Daerah Buleleng. Kepala Polres Buleleng Ajun Komisaris Besar Polisi Setyo Dwiantoro yang dihubungi di Denpasar, kemarin mengungkapkan, masalah itu muncul akibat kesalahpahaman anggota dua kesatuan di lapangan. Permasalahan telah dianggap selesai setelah masing-masing pimpinan bertemu beberapa saat setelah kejadian. “Permasalahan sudah dianggap selesai setelah digelar dialog. Anggota kami yang terluka memang sempat dibawa ke RS. Tapi langsung dapat pulang dan pagi ini sudah dapat kembali bertugas seperti biasa,†kata Setyo. Diperoleh keterangan, kasus itu bermula saat digelar pertandingan sepakbola Liga Moncong Putih Cup antara tim dari Desa Siduaji versus tim dari Kelurahan Banyuning di Stadion Mayir Metra Singaraja, Minggu sore. Saat pertandingan berlangsung, ada salah satu penonton yang melempar batu ke tengah lapangan. Penonton yang berbadan tegap itu langsung diamankan oleh aparat kepolisian yang bertugas menjaga pertandingan. Diduga, kemudian ada oknum penonton yang mengabarkan ke markas 900/Raider bahwa salah satu anggotanya ditangkap polisi. Hal itu menyulut kemarahan anggota Yonif 900/Raider, dan langsung mendatangi sekitar stadion seusai pertandingan sekaligus menyerang sejumlah anggota polisi yang masih di lokasi. ( polri )