News Room, Selasa ( 07/05 ) Sedikitnya 20 aktivis yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Sumenep, menduduki gedung DPRD setempat, pada Selasa (07/05) pagi. A ksi itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap anggota dewan yang tak satu pun ada digedung tersebut. Para aktivis tersebut menolak rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Korlap Aksi, Zainullah mengaku kecewa dengan kinerja anggota dewan. Pada jam kerja justru mereka tidak ada ditempat. "Kami ingin menyampaikan aspirasi menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM melalui anggota dewan. Tapi 50 anggota DPRD Sumenep justru tidak ngantor,"Kata Zainul, Selasa (07/05). Karena merasa kesal, akhirnya puluhan BEM se Sumenep menyegel pintu masuk kantor dewan dengan menempelkan tulisan tolak kenaikan BBM. Bahkan, mereka menduduki seluruh ruang komisi-komisi digedung DPRD Sumenep. "Kami tidak akan bergeser. Kami akan terus menduduki gedung dewan sampai ada anggota dewan yang mau menemui kami,"tandasnya. Setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya satu anggota Komisi B DPRD Sumenep, Syamsul Maarif tiba di dewan dan langsung menemui para pendemo. "Pada prinsipnya rencana kenaikan harga BBM itu untuk mengurangi subsidi. Karena, selama ini subsidi BBM dinikmati orang-orang menengah keatas. Tapi, itu masih sebatas rencana untuk dinaikkan. Kami akan menampung aspirasi mahasiswa untuk disampaikan pada pemerintah pusat,"ungkapnya. Namun, penjelasan Syamsul Maarif, masih belum bisa diterima oleh para pendemo. Sebab, tidak mewakili setengah dari anggota dewan. Mereka berjanji akan melakukan aksi lebih besar lagi. ( Nita, Esha )