Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-10-2015
  • 402 Kali

Tradisi Penjamasan Pusaka Setiap 1 Muharram Di Sumenep

News Room, Kamis ( 15/10 ) Pusaka bagi sebagian masyarakat Sumenep dipandang sebagai benda yang memiliki unsur dan kelebihan tersendiri. Baik dari segi budaya, estetika, maupun mistik. Sehingga sampai saat ini tradisi memelihara pusaka sekaligus merawatnya juga tetap terjaga. Terlebih di awal tahun berdasar kalender bulan, yang dikenal dengan tanggal 1 Muharram atau 1 Syura, ada tradisi penjamasan atau aloco pusaka.

"Ini tradisi kuna, dan sudah berjalan turun-temurun," kata Fahrurrazi Suryoningprang, saat menggelar tradisi penjamasan pusaka di kediamannya, di Desa Pamolokan, pada News Room.

Kebetulan Fahrurrazi juga memiliki sejumlah pusaka di rumahnya. Pusaka itu ada yang merupakan milik leluhurnya, dan ada juga yang didapat dengan membelinya.

"Kalau yang milik leluhur ini pusaka dari jaman keraton, terutama di jaman Sultan Abdurrahman," katanya sambil menunjukkan beberapa pusaka jenis keris dan golok.

Penjamasan tersebut, disamping untuk menjaga pusaka agar besinya tidak rusak akibat karat, juga sebagai bentuk penghormatan pada tradisi leluhur. Apalagi setiap pusaka dibuat dengan ritual khusus yang kaya dengan doa yang dipanjatkan sesuai dengan apa yang dihajatkan pembuat.

"Yang membuatnya juga bukan kalangan sembarangan, melainkan kalangan yang dekat dengan Sang Khaliq," tambah Fahrurrazi.

Penjamasan pusaka juga biasanya diikuti dengan ritual puasa. Namun kebanyakan saat ini, cukup dengan menjamasnya saja. "Ya, kalau di jaman kuna dulu, penjamasan memang diiringi dengan laku puasa sunnah," tutupnya. ( Farhan, Fer )