Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-11-2008
  • 556 Kali

Travo Tak Kunjung Dipasang, Warga BTN Kolor Ancam Demo PLN

News Room, Jum’at ( 21/11 ) Jebolnya travo listrik di Perumahan Pondok Indah BTN Kolor, tepatnya di Rumah Warga (RW) 1, yang terjadi 3 bulan lalu, nampaknya tidak mendapat perhatian serius dari pihak PLN Kabupaten Sumenep. Padahal, pihak PLN sendiri berjanji akan secepatnya mengganti travo tersebut dengan yang baru, dalam jangka waktu paling lama 1 hingga 2 bulan. Sebagai langkah awal mengatasi persoalan itu, akhirnya PLN memasang travo mobile yang ditaruh di jalan umum. Tindakan PLN itu ternyata dikeluhkan oleh warga RW 1 perumahan BTN Kolor. Sebab, selain penempatan travo mobil itu telah memakan ruas jalan, juga lilitan kabel merah yang voltasenya mencapai 200 watt tidak dialirkan pada lokasi aman. Menurut seorang warga RW 1 Perumahan BTN Kolor, Drs. Ibnu Hajar, seharusnya PLN tidak sembarangan melilitkan kabel yang voltasenya tinggi. Karena, di wilayah tersebut merupakan tempat bermainnya anak-anak. “Jika terjadi sesuai yang fatal siapa yang akan bertanggung jawab. Ini harus dipikirkan oleh PLN,”ujarnya. Kemudian, yang menjadi persoalan serius, meski sudah mencapai 3 bulan sejak travo listrik jebol, ternyata travo itu tidak kunjung diganti oleh PLN. Padahal, berdasarkan informasi, PLN sudah memesan travo itu ke Surabaya, kenapa tidak segera digantikan. “Kami sungguh kecewa kepada PLN. Mana pelayanan kepada pelanggan, lawong kami telat 2 hari saja dikenakan denda, tapi kalau ada persoalan, PLN tidak segera bertindak,” terangnya. Warga RW 1 ini mencoba akan memberikan waktu kepada PLN untuk secepatnya mengganti travo itu dengan yang baru, batas maksimal 1 bulan. “Jika sampai 1 bulan travo itu tidak dipasang, maka semua penghuni RW 1 akan bersama-sama mendatangi PLN, untuk minta tanggungjawabnya,”tegasnya. Sementara, Supervisor pelayanan pelanggan UPJ Sumenep, Slamet, membantah, jika PLN tidak memperhatikan persoalan itu. “Belum dipasangnya travo yang baru itu, dikarenakan masih dimintakan ke pamekasan. Sampai sekarang, barang yang dimaksud itu belum ada. Jadi, kami terpaksa pasang travo mobile untuk mengatasi gangguan sementara, agar aliran listrik di perumahan itu tidak padam,”katanya. Untuk persoalan penempatan travo mobile itu, pihaknya berjanji akan segera mengkomunikasikannya dengan bagian teknis, supaya menggeser ke lokasi yang lebih aman. ( Nita, Esha )