News Room, Kamis ( 21/02 ) Budaya hidup sehat sangat penting bagi masyarakat, sebab semua itu akan menguntungkan masyarakat itu sendiri. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Susianto menekankan hal tersebut, Rabu pagi kemarin (20/02) saat ditemui di ruang kerjanya. Penegasannya itu terkait dengan program Total Sanitation and Sanitation Marketing (TSSM) yang dilaksanakan di tiga Kecamatan di Kabupaten Sumenep, yakni Kecamatan Pragaan, Bluto dan Kecamatan Ganding. dr. Susianto mengatakan, TSSM adalah program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, yang pada prinsipnya murni tanpa subsidi. Program ini adalah program yang digagas oleh Bank Dunia bekerjasama dengan pemerontah pusat, dan selanjutnya melibatkan Bappeda dan Dinas Kesehatan setempat dengan pola kemitraan. Program TSSM ini hanya berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang prilaku yang semestinya dalam hal Buang Air Besar (BAB) di jamban keluarga. dr. Susianto menegaskan bahwa program ini mau tidak mau harus mendapatkan prioritas di rumah tangga. Proritasnya adalah masyarakat dengan semampunya membuat jamban sesuai dengan modifikasinya masing-masing. Jika itu sudah dilakukan, tentu dapat diharapkan turunnya angka kesakitan. Selain itu, nantinya masyarakat bisa memanfaatkan kotoran tersebut untuk membantu kebutuhan energi biogas di masyarakat dengan teknologi tepat guna. Sementara itu, Kasi PKM Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Isdiyanto, SKM di kesempatan yang sama mengatakan, Program tersebut dikemas dalam acara pelatihan dan Road Show di tiga Kecamatan dengan menunjuk 38 desa sebagai Pilot Project kegiatan. Namun pihak Dinkes memilih 30 Desa sesuai petunjuk teknis tim. Meski demikian, pada akhirnya diharapkan agar seluruh desa di Kabupaten Sumenep bisa mengikuti jejak desa-desa percontohan yang ada. Diluar dugaan, ternyata geliat masyarakat untuk hidup sehat sangat berdampak setelah adanya pelatihan dan Road Show di beberapa desa yang ditunjuk sebagai percontohan. Dari masing-masing Kecamatan, Dinkes mengundang Kasi PMD dan Petugas Sanitarian Puskesmas, sedangkan dari desa mengundang kader Puskesmas Desa (Puskesdes). Hal ini juga dilakukan demi mendukung gerakan Desa Siaga yang didalamnya terdapat indikator pergerakan sanitasi dasar. ( Adjie, Soek )