News Room, Jumat ( 27/04 ) Sekitar 22 tahun Rusnan dan istrinya Farida warga Desa Batang-batang Laok Kecamatan Batang-batang bergelut dibidang usaha kerajinan tangan berupa aksesoris, gelang, kalung, tas, hiasan dinding dan berbagai produk lainnya. Bahkan, atas kerja kerasnya, saat ini UD Farida yang dimilikinya sudah mampu memberdayakan sekitar 600 orang pekerja yang rata-rata perempuan. “Syukurlah, usaha yang kami tekuni sudah banyak mengurangi penganggurankhususnya bagi kaum wanita, ibu rumah tangga dan wanita muda dengan bekerja dirumah masing-masing,”ujar Rusnan kepada News Room, Jum’at (27/04). Menurut bapak 3 anak ini, para pekerjanya menyebar disejumlah Desa di Kecamatan Batang-batang, Gapura, Dungkek dan sejumlah tempat lainnya di Sumenep. Masing-masing pekerja setiap harinya bisa menghasilkan Rp. 15.000,00 hingga Rp. 20.000,00 dengan waktu kerja yang diatur sendiri oleh masing-masing pekerja. Sementara, ditanya mengenai omzet usahanya, Rusnan mengaku tidak menghitung itu, sebab, usahanya berjalan begitu saja. Dan terus berkembang dengan meningkatkan tenaga kerja yang awalnya hanya puluhan orang, saat ini sudah ratusan. Namun, yang jelas para pekerja sudah mampu meningkatkan tarap kehidupannya dari sebelumnya. Dari ratusan pekerja, ada para pengepul yang mengkoordinir dimasing-masing wilayah, sehingga ketrampilan mereka juga terus dikembangkan dengan melatih pengrajin-pengrajin baru. Rusnan mengaku juga tidak pernah menggunakan jasa perbankan untuk mengembangkan usahanya. Sebab, pihaknya paling malas berpikir hutang dalam menjalankan usahanya. Jadi, dengan modal yang dimiliki itu yang terus dikembangkan sendiri. Hingga salah satu anaknya berhasil meraih S-2 dan bekerja pada pemerintah. “Kami, hanya ingin berusaha semampu kami dan bisa memberdayakan masyarakat dengan kemampuan yang kami miliki,”pungkasnya. ( Ren, Esha )