Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-12-2007
  • 550 Kali

Usulan Madura Sebagai DI Terganjal Sejarah Historis

News Room, Kamis ( 06/12 ) Usulan sejumlah Ulama Madura agar Madura sebagai Daerah Istimewa, ternyata mendapat penolakan dari anggota DPR-RI asal Pemilihan Madura, MH. Said Abdullah. Penolakan angota DPR-RI terhadap keinginan Ulama agar Madura seperti Aceh dan Jogyakarta, sebab Madura tidak mempunyai sejarah historis sebagai Daerah Istimewa. Anggota DPR-RI MH. Said Abdullah menyatakan, usulan Madura menjadi Daerah Istimewa dan Propinsi untuk kondisi saat ini tidak tepat, apalagi keinginan Madura menjadi Daerah Istimewa itu berkaitan dengan agama, sejatinya tidak perlu meminta Daerah Istimewa. Keinginna ulama membentuk Daerah Istimewa Madura dengan tujuan untuk menolak perbuatan kemaksiatan, sejatinya telah mendapat perhatian Pemerintah, sebab saat ini sedang menyusun peraturan yang intinya tidak mengijinkan pemberlakuan kemaksiatan, semisal judi dan minuman keras. MH. Said Abdullah mengatakan, pihaknya juga keberatan jika Madura ingin berubah menjadi Propinsi, sebab khawatir akan bernasib seperti daerah lain, yakni Propinsi Banten dan Sulawesi Tengah yang kini hanya menjadi Propinsi pengemis kepada pemerintah pusat. Untuk itu dalam rangka mengakselerasi pembangunan masyarakat Madura termasuk Zona Ekonomi Khusus semisal Pulau Batam dan Pulau Karimun. ( Yasik, Esha )