News Room, Senin ( 27/06 ) Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep selama ini dinilai beberapa pemerhati sejarah dan budaya masih perlu dikaji lagi. Terutama mengenai kirab yang digelar dengan mengambil start dari Masjid Jamik.
"Seharusnya kalau berdasar tanggal penetapan itu dikirabnya dari Batuputih. Karena penetapannya berdasar pengangkatan Aria Wiraraja yang keratonnya dulu di Batuputih,"kata RB. Roeska Pandji Adinda, salah satu pemerhati sejarah di Sumenep, pada Media Center.
Tak hanya itu, Roeska mengusulkan kirab dari Batuputih dengan menunggangi kuda, sehingga betul-betul menampilkan peringatan Hari Jadi yang kolosal.
"Ini bisa masuk rekor muri nanti,"katanya berseloroh. Mekanismenya, menurut Roeska, setiap Desa menyumbang kuda yang dihias. Hal itu disebutnya akan menambah semarak Hari Jadi dan mendongkrak aspek ekonomi warga.
"Kuda akan menjadi komoditas baru yang bisa menyaingi ternak sapi misalnya,"tambah Roeska.
Menanggapi Roeska, salah satu pengamat lainnya dari keluarga keraton Sumenep, RB. Muhlis, hal itu menarik untuk diterapkan. Namun menurut Muhlis memerlukan waktu.
"Ya, itu kan ada dananya. Yang jelas lebih besar dibandingkan peringatan selama ini,"tutupnya. ( Farhan, Esha )