Media Center, Senin ( 26/03 ) Pemberian vaksin difteri di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai persoalan. Sebab, pasca divaksin oleh pihak Puskesmas Guluk-guluk, ternyata siswa di lembaga pendidikan setempat mengalami kelainan, yakni terjadi pembengkakan pada salah satu siswa tersebut. Dan saat ini siswa yang mengalami pembengkakan tersebut dirawat di salah satu rumah sakit di Kabupaten Pamekasan.
Awalnya, ada 4 siswa yang mengalami sakit usai divaksin. Ke 4 siswa itu ada yang pusing, dan ada pula yang panas.
"Ada 4 siswa, tapi sekarang yang lainnya sudah membaik. Tinggal yang
dirujuk ke Rumah Sakit Pamekasan," kata Masrul, salah
satu warga Guluk-guluk, Senin (26/03).
Masrul menceritakan, siswa
yang dirujuk ke Pamekasan itu atas nama Ifania, sebelumnya mendapatkan
perawatan medis di Puskesmas Guluk-guluk selama 4 hari.
Selama 4 hari itu pula, siswa tersebut tidak ada perkembangan lebih baik
sama sekali.
"Setelah 4 hari tidak ada perkembangan, pihak Puskesmas ini tiba-tiba merujuk ke Pamekasan. Kenapa tidak dirujuk ke Sumenep saja," tuturnya.
Selain itu, pihak Puskesmas
Guluk-guluk dinilai terkesan mengabaikan kewajiban-kewajiban. Semisal
adanya surat pemberitahuan kepada pihak siswa dan sekolah.
"Ya
kalau untuk surat pemberitahuan kepada pihak sekolah sudah ada, tapi
untuk para siswa ini mana? Bahkan, orang tua siswa tidak tahu kalau
anaknya akan divaksin," tegasnya.
Sementara itu, Kepala UPT
Puskesmas Guluk-guluk, dr. H. As'ad Zainudin membenarkan peristiwa itu.
Saat ini katanya masih dalam pengawasan dokter anak di Pamekasan.
"Masih terkontrol, semoga tidak sampai dirujuk," ujarnya melalui sambungan teleponnya.
Sementara jenis penyakit yang dialami siswa hingga saat ini belum
diketahui. Karena sebelum dilakukan imunisasi, kondisi siswa dalam
keadaan stabil.
"Saat diperiksa tidak ada yang sakit. Saat ini tim
dari Jawa Timur dan Rumah Sakit masih mendalami (siswa), penyakitnya
apa? efek apa? Karena ini ORI difteri adalah program Nasional. Mungkin
ini satu-satunya peristiwa di Madura," jelasnya.
Sementara untuk
penarikan biaya saat dirawat di Puskesmas Guluk-guluk, As'ad juga
membebaskan. "Tapi saat ini sudah dikembalikan. Kami sempat tegur
perawat kemarin, karena menarik biaya," tegasnya. ( Nita,
Esha )