Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-03-2018
  • 499 Kali

Vaksin Difteri Di Sumenep Bikin Siswa Alami Kelainan

Media Center, Senin ( 26/03 ) Pemberian vaksin difteri di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai persoalan. Sebab, pasca divaksin oleh pihak Puskesmas Guluk-guluk, ternyata siswa di lembaga pendidikan setempat mengalami kelainan, yakni terjadi pembengkakan pada salah satu siswa tersebut. Dan saat ini siswa yang mengalami pembengkakan tersebut dirawat di salah satu rumah sakit di Kabupaten Pamekasan.

Awalnya, ada 4 siswa yang mengalami sakit usai divaksin. Ke 4 siswa itu ada yang pusing, dan ada pula yang panas.

"Ada 4 siswa, tapi sekarang yang lainnya sudah membaik. Tinggal yang dirujuk ke Rumah Sakit Pamekasan," kata Masrul, salah satu warga Guluk-guluk, Senin (26/03).

Masrul menceritakan, siswa yang dirujuk ke Pamekasan itu atas nama Ifania, sebelumnya mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Guluk-guluk selama 4 hari. Selama 4 hari itu pula, siswa tersebut tidak ada perkembangan lebih baik sama sekali.

"Setelah 4 hari tidak ada perkembangan, pihak Puskesmas ini tiba-tiba merujuk ke Pamekasan. Kenapa tidak dirujuk ke Sumenep saja," tuturnya.

Selain itu, pihak Puskesmas Guluk-guluk dinilai terkesan mengabaikan kewajiban-kewajiban. Semisal adanya surat pemberitahuan kepada pihak siswa dan sekolah.

"Ya kalau untuk surat pemberitahuan kepada pihak sekolah sudah ada, tapi untuk para siswa ini mana? Bahkan, orang tua siswa tidak tahu kalau anaknya akan divaksin," tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Guluk-guluk, dr. H. As'ad Zainudin membenarkan peristiwa itu. Saat ini katanya masih dalam pengawasan dokter anak di Pamekasan.

"Masih terkontrol, semoga tidak sampai dirujuk," ujarnya melalui sambungan teleponnya.

Sementara jenis penyakit yang dialami siswa hingga saat ini belum diketahui. Karena sebelum dilakukan imunisasi, kondisi siswa dalam keadaan stabil.

"Saat diperiksa tidak ada yang sakit. Saat ini tim dari Jawa Timur dan Rumah Sakit masih mendalami (siswa), penyakitnya apa? efek apa? Karena ini ORI difteri adalah program Nasional. Mungkin ini satu-satunya peristiwa di Madura," jelasnya.

Sementara untuk penarikan biaya saat dirawat di Puskesmas Guluk-guluk, As'ad juga membebaskan. "Tapi saat ini sudah dikembalikan. Kami sempat tegur perawat kemarin, karena menarik biaya," tegasnya. ( Nita, Esha )