Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-12-2010
  • 2547 Kali

Video Mesum "Keraton Bergoyang" Beredar Di Sumenep

News Room, Rabu ( 29/12 ) Video mesum berdurasi 4 menit 28 detik dan 25 menit 9 detik, yang diduga diperankan warga Sumenep beredar di Kabupaten Sumenep. Kontan, hal itu menghebohkan warga Sumenep, bahkan warga yang memegang video mesum tersebut menyebutnya "Keraton Bergoyang". Pengambilan gambar di dalam video itu, dilakukan di dalam sebuah kamar yang digunakan mirip kamar hotel di Sumenep, dengan menggunakan sprey warna putih dan gorden warna merah. Hasil record video tersebut sepertinya sengaja direkam dengan menggunakan kamera hand-phone, karena tidak bergoyang. Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, perempuan yang berperan sebagi video mesum tersebut berstatus salah satu guru di lembaga pendidikan sekolah dasar dan bersuami. Beredarnya video mesum tersebut mendapat tanggapan serius dari Ketua DPRD Sumenep, KH. Imam Hasyim, SH. “Kami sangat prihatin dengan video mesum tersebut, apalagi pemerannya diduga warga Sumenep sendiri. Mestinya tidak terjadi, sebab Sumenep sudah terkenal sebagai kota santri dan banyak Kiyai, tapi kenapa justru ada video semacam itu, kami sungguh prihatin sekali,”kata KH. Imam Hasyim, pada wartawan di ruang lobi kantor DPRD Sumenep, Rabu (29/12). Untuk itu, KH. Imam Hasyim meminta warga Sumenep saling menjaga diri dengan hal-hal mesum. Sebab, saat ini pemerintah dalam pembersihan maksiat. “Diharapkan pada penegak hukum, ormas dan elemen masyarakat lainnya saling mendukung dalam program pembersihan Sumenep dari maksiat. Jangan sampai video mesum yang sudah beredar itu terulang kembali, mari kita jaga Kabupaten Sumenep ini tetap bersih dari maksiat,”pungkasnya. Sementara, Kapolres Sumenep, AKBP Susanto mengaku masih melakukan penyelidikan terhadap peredaran video mesum tersebut. “Tim sudah kami bentuk untuk mengungkap siapa pelakunya, apakah benar warga Sumenep dan lokasinya di Sumenep, itu masih dalam taraf penyelidikan,” kata Kapolres, pada wartawan di ruang lobi Polres Sumenep, Rabu (29/12). Susanto mengungkapkan, proses pengungkapan kasus video mesum butuh waktu yang cukup. “Berikan waktu bagi tim untuk bekerja, sehingga semuanya bisa jelas dan terungkap, supaya tidak jadi fitnah. Kasus ini perlu pengumpulan barang bukti,”ungkapnya. ( Nita, Esha )