Media Center, Minggu ( 30/06 ) Ratusan anak muda Sumenep dari berbagai komunitas ikut memeriahkan gelaran pentas seni anti narkoba dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019.
Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH mengatakan, kegiatan itu sangat penting diadakan guna memberikan semangat kepada anak muda di Kota Keris agar bersama-sama menjauhi penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
“Perkembangan peredaran narkoba sudah menyentuh semua lapisan masyarakat mulai desa hingga kota, bahkan penggunanya usia anak muda sampai orang tua, sehingga perlu diadakan sosialisasi dengan berbagai kegiatan sebagai upaya mencegah peradarannya,” katanya pada Pentas Seni Anti Narkoba, Deklarasi Desa Berseri dan Penyematan Pin di Lapangan Kesenian Sumenep (LKS), Sabtu (29/06/2019) malam.
Ia menyatakan, anak muda atau generasi muda Sumenep hendaknya jangan sekali-kali mencoba narkoba, sebab sekali saja merasakan barang haram itu dampaknya menghancurkan masa depannya.
“Saya berpesan anak muda memanfaatkan waktu dengan kegiatan-kegiatan positif, agar tidak ada kesempatan tergiur narkoba, selain itu, selektiflah dalam berteman dan bergaul, mengingat apabila salah dalam berteman bisa terjerumus dalam lubang kesesatan,” tutur suami Nia Kurnia ini.
Berbagai hiburan memeriahkan HANI 2019 mulai penampilan musik, DJ dan freestyle. Bahkan pada kesempatan itu, Wakil Bupati Achmad Fauzi menyematkan pin kepada relawan dan penggiat anti narkoba serta bersama Fokompinda menandatangani deklarasi Desa Belluk Ares Kecamatan Ambunten Sebagai Desa Bebas Narkoba.
Wakil Bupati mengungkapkan, segenap elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan narkoba, kolektif dan berkelanjutan mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba dalam rangka menciptakan Kabupaten Sumenep bersih barang haram itu.
“Kita jangan sampai acuh tak acuh terhadap narkoba apalagi putus asa, pesimis dan angkat tangan terhadap peradaran dan penyalahgunaannya, demi masa depan anak-anak bangsa," pungkasnya. ( Yasik, Fer )