Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-06-2016
  • 426 Kali

Warga Diminta Waspada Peredaran Daging Glondongan Di Sumenep

News Room, Senin ( 20/06 ) Sikap waspada terhadap masuknya daging glondongan dari luar Sumenep, Madura, Jawa Timur, harus dilakukan masyarakat setempat. Apalagi mendekati Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah. 

"Menjelang lebaran, biasanya banyak daging dari luar Sumenep yang masuk. Jadi, masyarakat harus waspada dan berhati-hati ketika melakukan pembelian di pasaran,"terang Kepala Dinas Peternakan Sumenep, Ir. Arief Rusdi, M.Si, Senin (20/06). 

Ia menuturkan, meski pihaknya sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional tidak ditemukan daging glondongan, namun tidak menutup kemungkinan masuknya daging tersebut. 

"Bisa saja di pasar besar tidak masuk, tapi di pasar-pasar Kecamatan diselipkan. Nah, itu yang harus diantisipasi. Kita akan terus lakukan sidak ke pasar-pasar di Kecamatan," tuturnya. 

Arief memastikan, untuk kebutuhan daging sapi hingga lebaran, di Sumenep tetap akan terpenuhi walaupun dengan harga diatas Rp.100.000,00 per-kilogram. 

"Soal harga tidak bisa ditekan dibawah Rp.100.000,00 per-kilogram. Sebab, harga sapi sebelum dipotong itu sangat mahal, jadi kalau dijual kurang Rp.100.000,00 per-kilogram, maka pedagang bisa rugi,"ungkapnya. 

Populasi sapi di Sumenep, Madura, Jawa Timur mencapai 349.250 ekor. Jumlah tersebut tertinggi di Indonesia. "Namun lagi-lagi harga daging sapi di Sumenep tidak bisa mengikuti ketentuan Presiden RI, Joko Widodo, Rp. 80.000,00 per-kilogram,"pungkasnya. ( Nita, Esha )