Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-01-2012
  • 371 Kali

Warga Kepulauan Dapat Simpati Untuk Dibantu Makanan

News Room, Rabu ( 11/01 ) Masih belum terangkutnya penumpangan kapal asal kepulauan yang sudah hampir seminggu tertahan di Pelabuhan Kalianget, membuat berbagai pihak peduli terhadap mereka. Bahkan, setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sumenep dan sejumlah politisi di Sumenep khususnya dari Kepualuan memberikan bantuan berupa makanan, kali ini bantuan juga terus berdatangan. Seperti halnya yang dilakukan salah seorang tokoh pemuda asal Kepulauan Kangean, Abd. Rahman. Ditemui di pelabuhan Kalianget aktifis pemuda Kangean ini mengaku akan menyalurkan sekitar 450 bungkus nasi hingga sore ini, Rabu(11/01). Hal itu dilakukan menyusul keluhan mereka yang kadang ada yang tidak kebagian makanan. “Ini hanya sekedar kepedulian kami untuk menggugah semua pihak agar peduli terhadap persoalan orang lain yang sedang dalam kesulitan,”ujarnya. Rahman berharap pada masyarakat yang peduli untuk membantu saudaranya yang kesulitan untuk pulang ke kampung halamannya di kepulauan. Disamping itu hendaknya tidak dipolitisir oleh orang-orang tertentu maupun politisi sendiri, sehingga jika murni untuk membantu segera dilakukan tanpa embel-embel apapun. Sebab, tegas Rahman, pihaknya tidak ingin masyarakat bawah hanya dijadikan alat politik maupun untuk kepentingan tertentu yang ujung-ujungnya hanya mencari popularitas. Sebab, yang menjadi persoalan saat ini karena memang kejadian seperti itu hampir setiap tahun terjadi, yakni ketika musim angin kencang. Karena itu, sebaiknya mereka bisa memperjuangkan masyarakat kepulauan yang setiap kali mengalami hal seperti itu, dengan memperjuangkan agar dibangun tempat penampuangan yang nyaman dan aman. Sebab, disamping orang tua banyak dari mereka yang anak-anak, sehingga dengan penampungan di areal terbuka akan membuat mereka tidak nyaman dan rawan penyakit. Bahkan, pihaknya juga merasa bangga, ada sebagaian masyarakat kepulauan yang ada di daratan ingin menampung sebagain mereka dirumahnya. Hanya saja, tegas Rahman sebagian mereka tidak ingin jauh dari pelabuhan, karena khawatir ditinggal kapal yang juga belum diketahui kapan bisa berlayar. Sebab, dalam beberapa hari terahir ini cuaca masih buruk dan kapal tidak berani untuk berangkat. Sebab, berdasarkan keterangan dari Syahbandar Kalianget, tinggi gelombang paling rendah diperairan Madura mencapai 1,5 hingga hingga 2 meter. Untuk perairan Kangean ketinggian gelombang berkisar antara 3 hingga 4 meter dan untuk perairan Masalembu mencapai 5 meter. ( Ren, Esha )