Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-12-2010
  • 438 Kali

Warga Kepulauan Minta Antisipasi Kekosongan Armada Kapal

News Room, Kamis ( 16/12 ) Warga masyarakat kepulauan meminta pihak terkait untuk mengantisipasi kekosongan armada laut setelah berakhirnya masa kontrak kapal perintis pada tanggal 31 Desember 2010 besok. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep asal Kecamatan Sapeken, Nur Asur mengatakan, pihak terkait harus segera melakukan antisipasi setelah berakhirnya kontrak kapal perintis tahun ini, agar arus transportasi laut tetap normal seperti biasa. Jika bercermin pada tahun-tahun sebelumnya, setelah kontrak kapal perintis berakhir, masyarakat kepulauan kesulitan tranportasi laut, sebab biasanya penetapan kontrak baru itu selesai satu hingga 2 bulan, sehingga tidak ada kapal yang melayani transportasi ke kepulauan pada bulan Januari dan Pebruari 2010. ”Kami harapkan instansi terkait untuk serius menangani armada transportasi laut, setelah berakhirnya kontrak kapal perintis, agar tidak sampai terjadi kekosangan armada laut, sebab dampaknya sangat besar bagi masyarakat pulau, diantaranya bisa menghambat laju perekonomian masyarakat pulau,”tegasnya. Nur Asur menyatakan, masyarakat kepulauan berencana, dalam waktu dekat ini melayangkan surat pada pemerintah daerah, untuk meminta menyediakan kapal yang melayani rute kepuluan. Secara terpisah, Kepala Dinas Perthubungan Kabupaten Sumenep, Drs. H. R. Achmad Aminullah, M.Si mengungkpakan, pihaknya segera mengusulkan pada Pemerintah Propinsi Jawa Timur, untuk mempercepat proses kontrak baru kapal perintis. Pihaknya ingin kontrak baru kapal perintis itu bisa selesai secepatnya, setelah berakhirnya kapal perintis 31 Desember 2010, itu dilakukan, agar kapal perintis kembali beroperasi di perairan Kabupaten Sumenep awal bulan tahun depan. ”Kami ingin proses penetapan kontrak baru itu dilakukan secepatnya, supaya tidak terjadi kesenjangan waktu yang cukup lama. Sebab, biasanya untuk penetapan kontrak baru itu baru bisa direalisaikan pada bulan Pebruari, sehingga pada bulan Januari, kapal perintis tidak beroperasi,”ungkapnya. Sementara itu, Kapal Perintis yang beropersai diperairan Kabupaten Sumenep, yakni kapal Amukti Palapa dan kapal Kumala Abadi. Kedua kapal itu mendapat subsisi dari APBN untuk melayani sejumlah kepuluan, diantaranya, Masalembu, Sepeken dan Kangean. ( Yasik, Esha )