News Room, Sabtu ( 18/08 ) Ratusan warga muslim yang tersebar di 4 Kecamatan di Sumenep, yakni Kecamatan Rubaru, Ganding, Ambunten, dan Dasuk, memilih berlebaran pada Sabtu (18/08), karena sudah meyakini 1 Syawal 1433 Hijriyah. Salah satunya para santri di Pondok Pesantren Nurul Muhlisin, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Ratusan santri dan warga sekitar pondok, menggelar sholat Idul Fitri di masjid Pondok. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Muhlisin, KH. Ahmad Zaini menjelaskan, pihaknya meyakini 1 Syawal jatuh pada Sabtu (18/08) ini, berdasarkan hisab dan kalender yang diyakini peninggalan Rasulullah. “Kami menentukan 1 Syawal berdasarkan hisab. Kami punya dasar penghitungan sendiri, yakni kalender turun temurun yang kami yakini sebagai kalender peninggalan Rasulullah,”kata KH. Ahmad Zaini, Sabtu (18/8). KH. Ahmad Zaini mengungkapkan, Lebaran tersebut menyesuaikan dengan puasa yang dilakukannya, karena lebih awal dari pemerintah. “Awal puasa yang kami lakukan lebih awal dari yang ditentukan Pemerintah, itu berdasarkan kitab Tarwih. Pada tahun ini, kami mulai berpuasa pada Kamis (19/07), sementara awal puasa versi pemerintah pada Sabtu (21/7). Jadi dengan berlebaran hari ini, kami sudah berpuasa 30 hari,”terangnya. Secara pribadi maupun kelembagaan (Ponpes), kata KH. Ahmad Zaini, pihaknya tidak pernah mengajak maupun melakukan sosialisasi kepada publik tentang penetapan 1 Ramadhan maupun 1 Syawal yang dilakukannya. “Namun, santri dan alumni ponpes kami termasuk warga di sekitar kami, biasanya bertanya tentang 1 Ramadhan dan 1 Syawal versi kami, dan ternyata mereka mengikuti keyakinan kami. Sejak dulu hingga saat ini, kami tidak pernah mengajak, apalagi memaksa orang lain, untuk berkeyakinan sama dengan kami,”ungkapnya. ( Nita, Esha )