News Room, Senin ( 02/08 ) Masyarakat Kabupaten Sumenep, tetap bersikukuh meminta aktivitas SPE Petrolium yang sedang melakukan survey seismik dihentikan, sebelum ada sosialisasi pada warga setempat. Hal itu diungkapkan tokok masyarakat Kecamatan Ganding, KH. Jurjis Muzammil, saat menghadiri pertemuan bersama perwakilan SPE Petrolium dan Badan Pengawas Minyak dan Gas (BP Migas), di Komisi B DPRD Sumenep, pada Senin (02/08) pagi. “Sebelum ada sosialisasi pada warga di wilayah yang menjadi target akan dilakukan survey seismik, maka SPE harus menghentikan aktivitasnya. Tapi, sosialisasi itu harus melibatkan semua masyarakat setempat, termasuk pemilik lahan maupun tokoh masyarakat, dan menjelaskan dampak-positifnya dari kegiatan survey seismik tersebut,â€kata K. Jurjis, pada wartawan di Komisi B DPRD Sumenep, Senin (02/08). Sementara, Bambang Budianto, Fice Manager Clt, selaku Sub Kontraktor yang ditunjuk SPE Petrolium melakukan survey seismik di Sumenep, menyatakan bersedia untuk menghentikan kegiatannya sebelum melakukan sosialisasi pada masyarakat. “Saat ini, kami akan fokus pada pelaksanaan sosialisasi utamanya dengan pemilik lahan dan menemui (suwan) pada tokoh masyarakat setempat,â€ujarnya. Selain itu, Bambang juga mengungkapkan, pihaknya berjanji siap bertanggung jawab secara pribadi maupun manajemen, jika selama kegiatan survey seismik menimbulkan dampak negatif. “Masyarakat jangan khawatir terhadap dampak negatif dari kegiatan tersebut, kami yang akan bertanggung jawab,†ungkapnya menegaskan. ( Nita, Esha )