Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-06-2007
  • 448 Kali

Waspadai Gelombang Pasang

Sumenep-Kominfo News Room : Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Perak Surabaya memprediksi gelombang pasang akan terjadi pada 15-16 Juni 2007 mendatang. Gelombang pasang terjadi, karena adanya daya tarik menarik antara matahari dan bulan yang terletak pada satu garis lurus. Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMG Maritim Perak Surabaya, Arif Triono, saat dihubungi melalui telepon, Rabu pagi (13/06) mengatakan, gelombang pasang akan berdampak pada daerah-daerah pesisir pantai utara. Seperti Tuban, Lamongan, Pasuruan, Kenjeran (Surabaya) dan Pasuruan. ‘Bagi nelayan, petani tambak dan udang, hendaknya waspada terutama pada saat air pasang,” ujarnya. Dikatakan dia, pasang air laut pada 15 Juni, mencapai 160 cm terjadi pada pukul 10.00 dan surut minimum 150 cm, terjadi pukul 17.00. Sedangkan pada 16 Juni, mencapai 160 cm terjadi pukul 11.00 dan surut minimum 150 terjadi pukul 18.00. Sementara itu, gelombang tinggi masih terjadi, terutama melanda Laut Arafuru di sebelah utara Australia atau sebelah selatan Papua. Selain itu, wilayah selatan Jawa, bagian barat Sumatera, Laut Timor dan bagian barat Australia juga akan mengalami tinggi gelombang hingga 3,5 meter. Kondisi ini banyak dipengaruhi oleh dorongan angin dari Benua Australia, yang menyebabkan kecepatan angin lebih kencang 10 hingga 40 km/jam. “Gelombang itu, akan membahayakan kapal nelayan maupun pelayaran. Bagi pelayaran dan nelayan, hendaknya waspada terhadap kondisi cuaca,” imbaunya. Ditambahkannya, perairan Indonesia yang juga perlu diwaspadai, Samudera Indonesia dengan tinggi gelombang hingga 3 ,5 meter dan Laut Jawa, 1-2,7 meter. Selat Madura 0,3-2 meter dan selat Bali 0,5-2 meter. Perairan Bawean dan Masalembu 1-2,7 meter, Kepulauan Kangean 1,0-1,2 meter dan 0,5-1,5 meter. Berkenaan dengan tinggi gelombang tersebut, perlu ditingkatkan kewaspadaan. Terutama wilayah yang berdekatan dengan pantai, seperti Pacitan, Banyuwangi, Situbondo, dan Tulungagung. Sementara itu, penyeberangan Ujung Kamal dalam kondisi relatif aman, dengan tinggi gelombang 0,3-0,7 meter. ( JNR,Soek )