News Room, Rabu ( 20/07 ) Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si saat membacakan sambutan Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara Pembentukan Kader Bela Negara Kabupaten Sumenep di SKD Batuan Sumenep, Rabu (20/07) mengungkapkan, melalui kegiatan pelatihan bela negara diharapkan dapat mewujudkan cinta tanah air dan rela berkorban sebagai warga negara.
Sesuai pasal 27 ayat 3 UUD 1945, setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara.
“Meskipun diakui dalam kegiatan bela negara tidak mutlak hanya dengan menggunakan senjata sesuai juga yang diatur dalam ketentuan Undang-Undang,”ungkapnya.
Dijelaskan, dalam UU Nomor 3 tahun 2002 pasal 9 ayat 2, disebutkan, bentuk-bentuk usaha pembelaan negara, yaitu melalui Pendidikan Kewarganegaraan, Pelatihan dasar kemiliteran, Pengabdian sebagai Prajurit TNI secara sukarela atau secara wajib, dan Pengabdian sesuai dengan profesi.
Jadi, tegas Sekdakab, jika bentuk bela negara bisa meragam seperti dengan skill dan keterapilan, serta keahlian yang dimiliki, seperti di sektor industri, perdagangan, pertanian, termasuk para PNS yang melakukan upaya bela negara dengan melakukan pelayanan terbaik, sehingga akan mmapu memperkuat ketahanan nasional.
“Dengan memantapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya bela negara, diharapkan nilai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Sumenep, agar tercipta kedamaian,”tandasnya.
Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Kabupaten Sumenep, Mohammad Kafrawi, S.Sos, M.Si mengungkapkan, Pembentukan Kader Bela Negara tersebut merupakan kegiatan penguatan aktualisasi nilai-nilai Pancasila, rasa cinta tanah air, kesadaran bela negara, dan berkonstitusi.
“Dalam tahapannya, kegiatan bela negara ini mulai pembinaan mental, bina fisik, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, Pancasila, dan UUD 1945 serta NKRI,”jelasnya.
Pelatihan Bela Negara diikuti peserta dari masing-masing utusan masing-masing Kecamatan di Kabupaten sebanyak 3 orang. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 20 hingga 23 Juli 2016, yang dipusatkan di SKD Batuan Sumenep, dengan menghadirkan pembina dari unsur TNI, Polri dan Bakesbangpol Jawa Timur. ( Ren, Esha )