News Room, Kamis ( 22/10 ) Orang luar mulai “mengenal” bahasa Madura kurang lebih sejak dekade 1970-an silam. Saat itu, bahasa Madura mulai “beredar” secara tidak sehat sejak munculnya film “Inem Pelayan Seksi” yang dibintangi oleh Jalal.
Sebagai pelawak yang harus memerankan lakon di sebuah film bergenre komedi, tentu saja Jalal—yang orang Madura tulen itu—dituntut harus bisa melepas dagelan dan lawak yang mampu membuat film itu menjadi menarik perhatian para penonton. Dan mungkin satu-satunya pilihan yang jelas waktu itu ialah dengan cara menggunakan modal kemampuannya berbahasa Madura untuk menciptakan suasana lucu yang mengundang tawa.
“Hanya saja, saya nilai Jalal masih cukup mampu menjaga etika dalam berbahasa. Meski kadang memplesetkan kosa kata Madura, ia masih bisa melafalkannya dengan aksen yang pas dan tidak berlebihan,” kata salah satu praktisi Bahasa Madura, almarhum RP. Abdus Sukur Notoasmoro pada penulis, seperti yang ditirukan menantunya, Mohammad Saidi, pada News Room.
Sehingga menurut Pak Sukur—panggilan akrabnya, Jalal tidak sampai mendapat istilah “dibully” sekaligus kritikan yang pedas dari masyarakat penurut Bahasa Madura kala itu. “Malah Jalal kemudian jadi populer berkat jasa Bahasa Madura. Sekaligus juga bahasa Madura ikut populer secara tak sehat berkat plesetan-plesetannya,” tambah pria kelahiran 15 April 1922 tersebut.
Fenomena Jalal ini tidak lantas berhenti sampai di situ saja, melainkan terus berlanjut hingga saat ini. Setelah film tersebut, cerita Saidi, mulai bermunculan para pelawak yang juga menggunakan jasa bahasa Madura untuk mendongkrak popularitas dan menarik perhatian publik.
Hanya saja, berbeda dengan Jalal yang asli Madura dan mengenal betul aksen bahasa ibunya, para pelawak selanjutnya tersebut kebanyakan merupakan “orang Madura swasta” yang tidak mengenal aksen bahasa Madura yang sebenarnya.
“Ironisnya, seperti yang dikritik Pak Sukur, sudah tidak mengenal dengan baik, mereka itu juga terlihat tidak punya hasrat untuk mempelajari bahasa Madura dengan sungguh-sungguh,” tutup Saidi. ( Farhan, Esha )