Media Center, Rabu ( 10/06 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), kembali melakukan sosialisasi dan edukasi produk keuangan perbankan dan asuransi kepada kelompok nelayan, di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten, Rabu (10/06/2026).
Analis Kebijakan Ahli Muda dari Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumenep, Silviana Halidah Novtrisia, mengungkapkan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang produk perbankan dan perlindungan sosial, khususnya kepada para nelayan yang ada di Desa Ambunten Timur.
"Beberapa informasi, khususnya berkaitan dengan program pembiayaan bersama perbankan syariah, serta program pembiayaan yang bermanfaat untuk perangkat desa dan masyarakat pelaku usaha, serta dari Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan program perlindungan jaminan sosial," ungkapnya.
TPAKD Kabupaten Sumenep terdiri dari Bagian Perekonomian dan SDA, Dinas Perikanan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), BPRS Bhakti Sumekar dan BPJS Ketenagakerjaan, melakukam sosialisasi agar program yang belum diketahui oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha bisa tersampaikan langsung.
Menurutnya, sosialisasi dan edukasi berkaitan dengan literasi keuangan perbankan dan pembiayaan, seperti halnya dari BPRS Bhakti Sumekar memiliki program pembiayaan sangat penting dalam membantu para pelaku usaha, untuk mendapatkan pinjaman tanpa bunga, serta program pembiayaan lainnya yang bisa membantu masyarakat, karena selama ini banyak terjebak pinjaman dari rentenir bahkan pinjaman online (pinjol).
Selain itu, dari BPJS Ketenagakerjaan menyosialisasikan beberapa program asuransi bagi masyarakat yang memiliki pekerjaan risiko tinggi, untuk mendapatkan perlindungan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara, dari Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Marzuqi berharap, para nelayan khususnya yang bergabung pada Kelompok Nelayan Putra Bahari dan Mahamiru Desa Ambunten Timur benar-benar menyimak sosialisasi dan edukasi ini, agar mengetahui perihal produk keuangan perbankan dan asuransi serta memanfaatkannya dengan baik.
"Melalui sosialisasi ini akan ada tindak lanjut yang bisa dimanfaatkan untuk membantu para nelayan, dalam mendapatkan bantuan modal usaha maupun jaminan asuransi yang baik," tambahnya. ( Ren, Fer )