News Room, Senin ( 16/11 ) Di wilayah Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, ada sebuah kampung bernama Qodas. Tak banyak orang tahu, bahwa dulu di Qodas ini pada sekitar abad ke 17 berdiri sebuah pusat transfer ilmu agama yang diasuh oleh seorang kiai keramat dari Waru, Pamekasan. "Dulu disebut Langgar. Yang mengasuh dikenal dengan Kiai Qodas,"kata Nyai Hajjah Munifah, warga Ambunten Tengah, pada News Room.
Berdasar catatan silsilah keluarga yang dimiliki Nyai Munifah, Kiai Qadas ini bernama Kiai Fatah atau Bindara Fatah. Bindara Fatah ini bersaudara dengan Kiai Bayan alias Kiai Waru II, sama-sama putra Kiai Agung Waru I.
Dari segi nasab, Kiai Agung Waru I ini bersaudara sepupu dengan Kiai Abdullah Batuampar, ayah Bindara Saut Raja Sumenep. Bindara Fatah hijrah dari Pamekasan dan menetap di Ambunten.
Konon, langgar yang ditempati oleh Bindara Fatah ini maddeg (berdiri) dengan sendirinya tanpa dibangun melalui proses pada umumnya. "Bahkan sepeninggal Kiai Fatah, langgar Qodas tersebut juga hilang tanpa bekas,"cerita Nyai Munifah.
Setelah Kiai Fatah wafat, yang menggantikannya adalah cucunya, yaitu Kiai Muhammad, dan Kiai Ismail bin Muhammad. Kiai Muhammad dan Kiai Ismail dikenal sebagai tokoh alim dan memiliki banyak karomah. Oleh warga Ambunten dulu, Kiai-kiai di Qodas dikenal sebagai orang-orang sakti.
Berawal dari Qodas inilah kemudian bermunculan tokoh-tokoh ulama besar di Ambunten. Seperti di antaranya Kiai Penghulu Muamar Wongsoleksono dan Kiai Haji Aliwafa Ambunten. Termasuk juga keturunan Qodas adalah keluarga Kiai Toros di Kebunagung, yang menurunkan Kiai Khathib Miftah, Kiai Zaini Miftah, Kiai Mansur Toros, dan lain-lain. Sayangnya situs-situs peninggalan Kiai Fattah atau Kiai Qodas sudah banyak yang hilang. Bahkan makam Kiai Fatah sendiri tak banyak yang tahu.
Dari penelusuran News Room, beberapa dari keluarga Kiai Qodas dimakamkan di sebuah lokasi Asta atau Bujuk Keramat di Kampung Guwa Ambunten Tengah. Berkumpul dengan kerabat Kiai Macan atau Kiai Singoleksono, salah satu ulama besar Ambunten abad ke 18. ( Farhan, Esha )