Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-05-2013
  • 981 Kali

Pembatasan Jam Buka Warnet Perlu Dipertimbangkan

News Room, Senin ( 13/05 ) Terkait upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep yang akan menggodok Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pengawasan dan Pengendalian Warung Internet (Warnet) yang salah satunya, adanya pembatasan jam buka warnet, mendapat tanggapan dari salah seorang pemilik usaha warnet di Sumenep, Yuda Jaya Saputra. Menurut pria 29 tahun ini, pihaknya berharap ada pertimbangan terkait dengan rencana Perbup yang akan diberlakukan bagi para pengusaha Warnet di Sumenep, sebab, jika misalnya nanti dibatasi hingga tengah malam, bahkan kurang dari itu, akan berdampak pada keberlangsungan usahanya. “Sebab, selama ini pada malam hari justru ramai digunakan oleh orang-orang kantor, baik negeri, swasta maupun mahasiswa yang lembur untuk mencari data dan mengerjakan tugas-tugasnya.”ujarnya. Bahkan diakui, pemilik TB Warnet yang ada dekat Taman Adipura Sumenep ini, selama ini dengan 24 jam buka saja, hasilnya masih mepet-mepet. Sebab, untuk dana operasional, seperti untuk biaya Speedy, PDL, instalasi hingga gaji operator saat ini sudah naik, sementara penghasilannya kadang belum memadai. Meskipun diakui, jika dikalkulasi dari usaha yang dilakoni sejak tahun 2009 lalu tersebut, hasilnya tetap ada meskipun sedikit. Namun, jika harus membatasi jam buka, khawatir 3 operator yang selama ini sudah diupayakan bisa memenuhi Upah Minimum Propinsi (UPM), akan mengalami kendala. Sementara, terkait dengan penertiban konten-konten pornografi, perjudian dan segala macam kegiatan negatif di Warnet, Yuda mengaku tetap berupaya memaksimalkan pengawasan, baik melalui operator maupun dirinya sewaktu-waktu, agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selama ini juga sudah di blok melalui Telkom sendiri. Hanya saja, dengan kecanggihan kadang pemakai nakal bisa menghindari blokiran operator. Sedangkan untuk penertiban terhdap siswa yang berseragam dan jam sekolah juga seringkali dilakukan dengan memberikan tegoran dan cara lain yang bersifat halus. “Namun, yang jelas kami tetap berupaya menjauhi Warnet kami sebagai tempat prostitusi, berjudian maupun pronograsi, karena memang juga penekanan dari penyewa yang merupakan lahan milik TNI,”tambahnya. ( Ren, Esha )