Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-08-2012
  • 1500 Kali

Perbedaan Cara Pandang Adalah Rahmat Dan Kasih Sayang

News Room, Senin ( 06/08 ) Adanya perbedaan dalam setiap momentum penentuan hari-hari besar Agama Islam dan berbagai penentuan hari, seperti awal Ramadhan, 1 Syawal dan sebagainya diharapkan tidak membuat adanya perbedaan tersebut dapat membingungkan ummat. Namun, sebaliknya adanya perbedaan tersebut harus tetap merujuk pada Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Kepala Seksi Urusan Agama Islam Kementrian Agama Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Yasin, M.Hi menghimbau ummat Islam khususnya di Kabupaten Sumenep tidak sampai memandang sebuah perbedaan secara berlebihan dan harus tetap dipandang sebuah rahmah dan kasih sayang untuk persatuan ummat. “Sebab, dengan adanya perbedaan sebenarnya merupakan bagian dari cara mereak memandang sesuatu yang berbeda, dan itu sudah terjadi bahkan di jaman Khalifah dulu.”ujarnya. Menurut H. Moh. Yasin, bisa dibayangkan adanya perbedaan antara khafilah satude ngan yang lainnya waktu itu. Namun berkat konsep yang memang berdasarkan pada wahyu Allah SWT dan Sunnah Rasulullah SAW, akhirnya golongan yang satu dengan yang lain dapat saling memahami. Salah satunya yang dilakukan oleh golongan Anshor sebagai golongan yang suka menolong karena Allah SWT dapat hidup rukun dengan muhajirin karena memiliki pribadi yang luhur yang diajarkan Rasullah SAW. Sementara kenyataan saat ini tegas H. Moh. Yasin, adanya perbedaan pandangan, juga karena nuansah politik, yang sebenarnya juga memiliki sebuah kekuatan untuk persatuan ummat. Karena itu jika semuanya tetap berpegang tegug kepada Al-Quran dan Sunnah, akan menjadi sebuah kekuatan Islam dimasa yang akan datang. “Karena itu, diperlukan sebuah kepemimpinan yang baik untuk mempersatukan ummat agar tidak keluar dari ajaran agama Islam yang lurus,”pungkasnya. ( Ren, Esha )