Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-10-2016
  • 1231 Kali

Sistem Pola Tanam Polykultur Dapat Menekan Resiko Kerugian

News Room, Kamis ( 06/10 ) Tumpang sari merupakan suatu bentuk sistem pola tanam polykultur (campuran) yang melibatkan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal dalam waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan. Jenis-jenis tanaman yang ditanam dengan sistem tumpang sari biasanya adalah tanaman yang semusim. Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Tani Tiga Delapan Dusun Temor Leke Desa Parsanga, Surahmo kepada News Room, Kamis (06/10).

Menurutnya, banyak keuntungan yang dihasilkan dengan menggunakan sistem pola tanam tumpang sari tembakau dan kacang tanah, selain dapat memberikan tambahan penghasilan juga dapat menekan resiko kerugian, karena hasil jual setiap jenis tanaman saling menguntungkan atau menggantikan.

Cara tanamnya yakni tembakau ditanam dengan jarak 20 centimeter, sedangkan kacang tanah ditanam di pinggir dengan jarak kurang lebih 10 centimeter. Kacang tanah ditanam lebih dulu baru 15 hari kemudian tembakau ditanam, tujuannya agar panen keduanya relatif bersamaan asalkan bibit tembakau berumur 20 hari.

Selanjutnya Surahmo menambahkan, tumpang sari tembakau dan kacang tanah mempunyai prospek untuk terus dikembangkan, karena setiap 5000 tanaman tembakau dan 4 kilogram benih kacang tanah memberikan keuntungan yang menggiurkan yakni sebesar Rp. 2.198.250,00. ( Jar, Fer )