Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-08-2009
  • 430 Kali

10 Korban KDRT Di Sumenep Mendapat Batuan Pemberdayaan

News Room, Selasa (18/08) Sebanyak 10 wanita korban kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), korban penelantaran, korban kekerasan pelecehan seksual dan korban pemerkosaan yang ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sumenep, mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB (BPMKB) Kabupaten Sumenep. Bantuan yang diserahkan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan BPMP dan KB Kabupaten Sumenep, Hj. Zainurul Qamari, SH, MH bersama pengurus P2TP2A Sumenep, dilakukan di Aula Kantor BPMP dan KB Sumenep, Selasa (18/08) tadi siang. Dikonfirmasi News Room usai penyerahan bantuan tersebut, Hj. Zainurul Qamari yang juga Wakil Ketua P2TP2A Sumenep ini mengungkapkan, jika bantuan yang diberikan kepada masing-masing korban sebesar Rp. 2,5 juta itu semata-mata untuk membantu meringankan beban hidup mereka setelah menjalani kehidupan pahit itu. “Tim kami telah turun ke bawah untuk ngecek keberadaan mereka, ternyata mereka sangat kesulitan. Bahkan ada yang korban perkosaan yang hanya dinikahi secara formal. Namun setelah itu ditinggal begitu saja,”ujar Zainurul. Hj. Zainurul menegaskan, untuk bantuan korban KDRT tahun 2009 ini memang dialokasikan cukup banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2008 hanya sebanyak 10 korban, tahun ini ada 30 korban yang akan dilakukan dalam tiga tahap. Sedangkan sisanya masih dalam proses hukum, maupun dalam pendampingan dan proses pencarian solusi, sehingga nantinya akan menjadi pertimbangan untuk menjadi prioritas penanganannya. Sebenarnya tegas Hj. Zainurul, pihaknya menginginkan kasus KDRT terus berkurang, namun ternyata kasus tersebut masih sering terjadi ditengah-tengah masyarakat. Dan itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab, disamping untuk memberikan perlakuan adil kepada korban, juga sebagai bentuk kemanusiaan dalam memberikan bantuan materi dalam mememenuhi kebutuhan sehari-hari. ( Ren, Esha )