News Room, Selasa ( 13/09 ) Musim kemarau mulai mengeringkan mata air di 11 pulau Kecamatan Sapeken, Sumenep. Akibatnya, daerah tersebut dilanda kekeringan, bahkan untuk mandi saja warga di 11 pulau itu terpaksa menggunakan air laut. Kekeringan di 11 pulau Kecamatan Sapeken, diketahui ketika salah seorang warga Desa Sabunten (Pulau Sapangkur Kecil), Kecamatan Sapeken, Atrawi, mendatangi Komisi D DPRD Sumenep, Selasa (13/09) pagi. Atrawi mengatakan, setiap hari dirinya bersama warga lain harus bersusah payah mengambil air bersih untuk diminum dan memasak nasi ke Pulau Kangean. "Kami sangat kekurangan air bersih guna diminum dan memasak. Sedangkan untuk mandi, kami tidak terlalu khawatir, karena masih bisa menggunakan air laut,"kata Atrawi, di Komisi D DPRD Sumenep, Selasa (13/9/2011). Menurutnya, kesusahan warga sangat parah, sudah kekurangan air bersih, untuk mendapatkannya harus mengeluarkan uang. "Rata-rata warga menyewa perahu dalam memperoleh air bersih. Ditambah bayar air bersih, yang per-jerigennya Rp. 3.000,00. Oleh karena itu, kami sangat butuh bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep,"ujarnya. Sementara anggota Komisi D DPRD Sumenep, asal Sapeken, Dul Siam mengakui telah menerima laporan dari warga Sapeken, terkait kekeringan yang melanda 11 pulau di Kecamatan setempat. "Secepatnya kami akan mendesak Pemkab Sumenep, melalui instansi terkait, supaya mensuplay air bersih pada 11 pulau di Kecamatan Sapeken. Karena, kekeringan yang melanda puluhan pulau tersebut, cukup parah,"ugkapnya. Kecamatan Sapeken, memiliki 27 pulau. 11 pulau diantaranya dilanda kekeringan, yakni Sakala, Saolar, Salarangan, Sitabok, Sadulang Besar, Sadulang Kecil, Saredeng Besar, Saredeng Kecil, Sapangkur Besar, Sapangkur Kecil, dan Paliat. Untuk Pulau Saredeng Kecil dan Besar, mengambil air bersih ke Pulau Sasiil. Kemudian Pulau Sakala, mengambil air bersih ke Pagerungan Besar. Sedangkan Pulau Saolar, Sitabok, Salarangan, Paliat, Sadulang Besar, Sadulang Kecil,Sapangkur Besar, Sapangkur Kecil, harus mengambil air bersih ke Pulau Kangean. ( Nita, Esha )