Media Center, Ahad (05/07) Ketua Umum MUI Kabupaten Sumenep KH
Moh. Shaleh Abdurahman, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Majelis Ulama
Indonesia (MUI) se-Madura dalam memperkuat upaya menjaga moral bangsa dari
berbagai tantangan sosial, termasuk kampanye LGBT. Sikap tersebut mengemuka
dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) MUI Madura yang digelar di Pondok
Pesantren Miftahul Ulum Masaran, Palengaan, Pamekasan, Ahad (05/07/2026).
Rakorwil yang dihadiri jajaran pengurus MUI dari empat
kabupaten di Madura itu membahas sejumlah isu strategis, baik di tingkat lokal
maupun nasional. Salah satu isu lokal yang menjadi perhatian adalah beredarnya
video di media sosial yang menampilkan aksi tidak pantas dalam kegiatan hari
besar keagamaan dan haflah.
Ketua Umum MUI Kabupaten Pamekasan KH Ali Rahbini Abd.
Latif, selaku tuan rumah kegiatan, mengatakan bahwa meski peristiwa tersebut
bersifat kasuistis, MUI memandang perlu adanya perhatian bersama agar tidak
berkembang menjadi sesuatu yang dianggap lumrah di tengah masyarakat.
"Fenomena seperti ini tidak boleh dibiarkan menjadi
normalisasi. Karena itu, MUI perlu hadir memberikan panduan dan edukasi kepada
masyarakat," ujarnya.
Selain isu lokal, Rakorwil juga menyoroti maraknya kampanye
LGBT yang dinilai menjadi tantangan sosial dan budaya di Indonesia.
Koordinator MUI Madura yang juga Ketua Umum MUI Kabupaten
Bangkalan, KH Muhammad Makki Nasir, menyampaikan bahwa penyebaran budaya LGBT
dipandang sebagai ancaman nonmiliter di bidang sosial dan budaya. Menurutnya,
persoalan tersebut telah menjadi perhatian nasional, sebagaimana termuat dalam
Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025.
"Kami memandang persoalan ini harus disikapi secara
serius. MUI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai agama,
moral bangsa, dan ketahanan sosial masyarakat," katanya.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap langkah MUI Pusat
yang tengah menyusun naskah akademik sebagai bahan untuk mendorong pembentukan
regulasi terkait persoalan tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Sumenep KH Moh.
Shaleh Abdurahman, menegaskan bahwa upaya menjaga moral generasi muda harus
menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kampanye perilaku yang
dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya bangsa perlu
diantisipasi agar tidak berkembang menjadi sesuatu yang dianggap biasa.
"Kami mendukung penuh sikap MUI Madura. Fenomena LGBT
harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya terhadap generasi muda sangat
serius. Dalam pandangan kami, ancamannya dapat disejajarkan dengan bahaya
narkoba karena sama-sama berpotensi merusak masa depan generasi bangsa,"
ujarnya.
Ia juga menilai ruang publik harus tetap menjadi ruang yang
sehat bagi tumbuh kembang generasi muda dengan tetap mengedepankan nilai-nilai
moral, etika, dan ajaran agama.
"Perilaku yang menyimpang tidak boleh dinormalisasi
melalui berbagai bentuk kampanye di ruang publik. Karena itu, diperlukan peran
bersama ulama, pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh komponen
masyarakat untuk memperkuat pembinaan moral," imbuhnya.
Rakorwil MUI Madura turut dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten
Sampang KHM Itqan Bushiri, beserta jajaran pengurus MUI dari Kabupaten
Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
(Miko, Han)