News Room, Jumat ( 05/12 ) Masyarakat miskin yang tinggal di 17 Kecamatan di Kabupaten Sumenep, terpaksa bersabar diri untuk bisa mengkonsumsi raskin. Sebab, belasan Kecamatan itu masih malas untuk melakukan penebusan terhadap jatah raskin yang mencapai 1.837 ton lebih. Akibatnya, ribuan ton raskin masih ngendon di Gudang Bulog Kalianget. Kepala Sub Bagian Sarana Perekonomian Pemkab Sumenep, Wedi Sunarto menjelaskan, semestinya raskin sudah ditebus, karena berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum, Desa atau Kecamatan punya kesempatan untuk menebus sisa raskin hingga akhir Desember 2014. Namun, faktanya ribuan raskin untuk jatah 17 Kecamatan belum ditebus. “Kami meminta kepada Pemerintah Desa melalui Camat, satu minggu sebelum akhir Desember, penebusan raskin sudah harus tuntas. Kalau sampai batas akhir penebusan itu, Kecamatan atau Desa tetap belum mengambil sisa raskinnya, maka dipastikan jatah raskin akan hangus,”katanya. Tidak hanya itu, lanjut Wedi, Tim Raskin juga tidak bisa memperoleh dana transport raskin, apabila penebusan dilakukan melewati 15 Desember 2014. "APBD 2014 itu kan tutup anggaran per 15 Desember. Lewat tanggal itu ya sudah tidak bisa dapat dana transport,"terangnya. Wedi menambahkan, dari 27 Kecamatan di Kabupaten Sumenep, hanya 10 Kecamatan yang tingkat penebusannya mencapai 100 persen. Sedangkan 17 Kecamatan lainnya penebusannya tersendat mulai Juni hingga Oktober 2014. "Bahkan untuk 3 Kecamatan, yakni Arjasa, Giligenting, dan Manding, raskin jatah bulan Oktober belum ditebus sama sekali,"ungkapnya. ( Nita, Esha )