Media Center, Rabu (22/07) Suara cangkul, adukan semen, dan
tawa warga mewarnai pembangunan Jembatan Karya Bakti Skala Besar (KBSB) TNI AD
di Dusun Barat Gunung, RT 01/RW 10, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten
Sumenep, Rabu (22/07/2026).
Memasuki tahap pengecoran pondasi, semangat gotong royong
antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama untuk mempercepat
penyelesaian jembatan yang telah lama dinantikan warga.
Sejak pukul 08.00 WIB, personel Koramil 0827/13 Rubaru
bersama masyarakat bahu-membahu mengerjakan pondasi jembatan.
Material yang telah tersedia di lokasi di antaranya tiga
pikap batu koral, satu dump truk pasir hitam, 50 sak semen, 20 papan cor, 10
ember, serta besi tulangan ukuran 8 dan 6 yang digunakan untuk memperkuat
konstruksi.
Babinsa Desa Matanair Serma Irwanto mengatakan pembangunan
tersebut bukan sekadar membangun fisik jembatan, tetapi juga memperkuat
kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
"Melihat warga datang membantu tanpa diminta menjadi
penyemangat bagi kami. Jembatan ini nantinya bukan milik TNI, tetapi milik
masyarakat. Karena itu, kami ingin mengerjakannya bersama agar manfaatnya
benar-benar dirasakan semua warga," ujar Irwanto.
Di sisi lain, Ma'mun, warga setempat, mengaku rela
meluangkan waktu untuk ikut bekerja karena memahami pentingnya keberadaan
jembatan tersebut bagi aktivitas sehari-hari.
"Dulu kalau hujan kami harus lebih hati-hati saat
melintas. Sekarang kami punya harapan baru. Makanya kami ikut bergotong royong
supaya jembatan ini cepat selesai dan bisa segera dipakai oleh semua
warga," ungkap Ma'mun.
Program KBSB TNI AD di Desa Matanair tidak hanya
menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali budaya
gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat pedesaan. Di tengah pekerjaan
yang terus berlangsung, harapan warga pun ikut tumbuh seiring pondasi jembatan
yang mulai berdiri.
(Dim, Han)