Sumenep-Kominfo News Room : Meskipun Tim Khusus yang dibentuk Polres Sumenep, dalam menangani kasus pembununan dr. Handoyo Tjahyono sudah bekerja secara maraton. Namun, hingga saat ini belum mampu menguak pelaku pembunuhan tersebut. Wakapolres Sumenep, Kompol Sudaryanto menuturkan, sesuai dengan data, saat ini pihaknya sudah memeriksa 18 saksi yang dianggap mengetahui kehidupan korban, termasuk petugas Puskesmas tempat korban bekerja. Namun, Sudaryanto menerangkan, dari keterangan para saksi itu, belum mampu memberikan sinyal kuat untuk menentukan pelaku tersebut. Padahal, dalam pemeriksaan saksi-saksi, selain meminta keterangan, aparat juga melakukan pencocokan terhadap jejak kaki yang ditinggalkan pelaku, tapi selama ini tidak ada yang sama. Ketika disinggung, apakah pelaku pembunuhan tersebut dilakukan lebih dari satu orang, dengan tegas Sudaryanto mengatakan, bisa saja pelaku pembunuhan itu dilakukan lebih dari satu orang. Namun, Sudaryanto menandaskan, jejak kaki yang berada di TKP, hanya mengarah pada satu pelaku saja. Karena itu, pihaknya yakin, pelaku pembunuhan hanya dilakukan satu orang. Lebih lanjut Sudaryanto menjelaskan, demi menguak kasus pembunuhan tersebut, pihaknya juga akan meminta keterangan kepada pihak keluarga korban yang berada di Pasuruan. Namun, untuk saat ini keluarga korban belum bisa didatangkan ke Sumenep, karena masih shock dengan kejadian tersebut. Yang jelas, Sudaryanto menyatakan, pihaknya akan tetap menunggu keluarga korban untuk memberikan keterangan di Polres Sumenep, sambil memeriksa saksi lainnya yang dianggap mengetahui kejadian pembunuhan tersebut, baik dengan memeriksa orang yang pernah disakiti maupun tetangga korban. Sudaryanto berharap kepada para dokter untuk tidak terlalu khawatir atas kasus terbunuhnya dr. Handoyo, karena pembunuhan itu tidak menyangkut persoalan profesi seorang dokter, melainkan persoalan pribadi. ( Nita, Esha )