News Room, Kamis ( 05/06 ) Sebanyak 180 anak mendapat pendampingan melalui program Pengurangan Pekerja Anak dengan Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) di Kabupaten Sumenep. Tahun 2014 ini merupakan tahun ke tiga PPA-PKH, yang dilaksanakan sejak tahun 2008 dan kembali dilaksanakan ke dua kalinya di tahun 2013, dan tahun ini Kabupaten Sumenep mendapat kembali program nasional dari Kementerian Tenaga Kerja. Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si pada pembukaan kegiatan PPA-PKH di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Kamis (05/06) berharap, pengurangan pekerja anak di Kabupaten Sumenep bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga anak-anak yang putus sekolah dan bekerja ini bisa mengenyam pendidikan dengan lebih baik. “Sebab, anak harus mendapatkan kesempatan meraih haknya untuk bermain, mendapat kasih sayang, maupun kesempatan mendapatkan akses pendidikan dengan baik,”ungkapnya. Apalagi tegas Wakil Bupati Sumenep ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep sendiri telah mencanangkan siswa, mulai tingkat SD, SMP bahkan SMA bebas SPP dan sebagainya. Karena itu, setelah mendpat motivasi dan bimbingan selama pendampingan dilakukan kepada sebanyak 180 siswa putus sekolah dan menjadi pekerja anak tersebut, nantinya bisa dikembalikan ke sekolah maupun lembaga dimana mereka bisa mendapatkan pendidikan. Bahkan, pihaknya berharap seluruh instansi terkait lainnya di Sumenep untuk membantu menyukseskan program pengurangan pekerja anak. Karena, yang dominan sebagai penyebab anak putus sekolah, ada di kantong-kantong kemiskinan, sehingga dengan kondisi yang tidak memungkinkan, terpaksa mereka bekerja. Dan ini perlu juga diberikan pemahaman bagi orang tua dari anak tersebut. Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Sustono, MM menjelaskan, data yang ada selama 3 kali kegiatan PPA-PKH di Kabupaten Sumenep, dapat dilaksanakan dengan baik. Yakni, pada pelaksanaan pertama sebanyak 150 anak, dan untuk tahapan ke dua dan ke tiga ini sama sebanyak 180 anak. “Sebanyak 180 anak tahun ini, kami adakan pendamping sebnayak 18 orang, dan tutor 6 orang. Hal ini akan afektif dalam pendampingannya, karena 1 pendamping untuk mendampingi 10 anak,“ujarnya. Dengan banyak dibantu oleh Dinas terkait di Sumenep, pihaknya yakin hasilnya akan makin baik. Dan selama ini hampir 90 persen anak yang mendapat pendampingan PPA-PKH sudah kembali sekolah, maupun ada pula yang kembali ke Pondok Pesantren masing-masing. ( Ren, Esha )