Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-03-2010
  • 435 Kali

48 Wanita Ikuti Bimbingan Dan Pemagangan Industri Rokok

News Room, Senin ( 08/03 ) Sebanyak 48 wanita yang berasan dari Kecamatan Manding, Kota, Ruberu, Kalianget dan Dasuk mengikuti bimbingan dan pemagangan industri rokok di di Kantor Perusahaan Rokok CV. Aspeks Desa Kasengan Kecamatan Manding. Mereka mendapat materi dan latihan melinting dan pembuatan rokok selama 52 hari, oleh tenaga profesional dari perusahaan rokok yang di rekomendasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumenep. Kepala Disnakertrans Sumenep melalui Sekretarisnya, Drs. H. Moh. Junaidi dalam sambutan mengungkapkan, sejak 2009 lalu pihaknya telah melaksanakan bimbingan dan pemagangan industri rokok bagi para wanita, dengan harapan nantinya mereka bisa diterima di berbagai perusahaan rokok legal sesuai kemampuan yang dimiliki. “Bimbingan dan pemagangan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat untuk dapat memiliki keterampilan sehingga dapat menjadi tenaga kerja yang terlatih dan profesional,” ujar H. Moh. Junaidi. Menurut H. Junaidi, pelatihan tersebut merupakan program kerja Dinsnakertrans 2010 yang diperoleh melalui Dana Bagi Hasil Cukai (DBHC) Kabupaten Sumenep sebesar Rp. 600 juta. Kegiatan Pelatihan akan dilaksanakan dalam 3 tahap, untuk tahap pertama dilaksanakan di Kecamatan Manding tahap kedua di Kecamatan Batang-Batang dan tahap ketiga di Kecamatan Lenteng dengan jumlah total peserta sebanyak 144 orang. “Disamping mendapat bimbingan dan pemagangan para peserta akan mendapat bayaran sebesar Rp.30.000 setiap hari,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Perusahaan Rokok CV. ASPEKS, Isnaini, ST mengaku bangga dengan pelaksanaan bimbingan dan pemagangan produksi rokok yang ditempatkan di perusahaannya. “Semoga dari kegiatan ini terjadi kerjasama yang mengutungkan,” tegasnya. “Disamping memberikan keterampilan memproduksi rokok dengan baik, dan bisa diterima bekerja di perusahaan kami, kami pun akan menperoleh tenaga kerja yang sudah terlatih dan profesional,”lanjut Isnaini. Sebab Isnaini mengakui, pihaknya saat ini masih kekurangan kariawan, karena itu nantinya usai pelatian tersebut akan bisa menambah tenaga kerja baru, tanpa harus melatihnya dari awal lagi. ( Ren,Gun )