News Room, Selasa ( 08/01 ) Kelangkaan minyak tanah akhir-akhir ini ternyata mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupten Sumenep. Tim penanggulangan Bahan Bakar Minyak (BBM) selain melakukan pemantauan ke sejumlah pangkalan minyak tanah, juga berkoordinasi dengan pihak Pertamina Depo Camplong dan Hiswana Migas. Sekretaris Tim Kelangkaan BBM Kabupaten Sumenep, Ir. H. Djasmo, M.Si mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan Pertamina Depo Camplong dan Hiswana Migas, ternyata kelangkaan minyak tanah bukan dampak dari pengurangan pasokan minyak tanah. Sebab pasokan minyak tanah ke Kabupaten Sumenep tidak ada pengurangan. Salah satu penyebab yang menjadi persoalan kelangkaan minyak tanah adalah tentang pengiriman dari Pertamina Depo Camplong yang terlambat, akibat cuaca buruk, sehingga kapal tanker yang biasa ngangkut BBM kesulitan berlabuh ke dermaga. H. Djasmo menuturkan, kelangkaan minyak tanah selain dari faktor keterlambatan pendistribusian, juga dampak dari penggunaan minyak tanah cukup tinggi, termasuk untuk kebutuhan industri. Karena itu pihaknya akan berupaya mengajukan penambahan pasokan, meskipun sebenarnya sangat sulit, mengingat setiap tahun jatahnya sudah ditentukan. ( Yasik, Soek, Esha )