Media Center, Senin ( 06/11 ) Pengguna akseptor Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Sumenep tahun
ini mengalami peningkatan hingga mencapai 66.000 lebih pasangan usia
produktif. Karena saat ini pemahaman masyarakat Sumenep terhadap
penggunaan alat kontrasepsi, mulai mengalami peningkatan yang
signifikan, bahkan setiap tahun jumlahnya selalu bertambah.
Kepala
Bidang Keluarga Berencana (KB) ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga,
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana
(DP3AKB) Kabupaten Sumenep, Sri Endah Purnamawati mengatakan, hingga
saat ini jumlah akseptor KB mencapai 66.000 lebih.
Untuk
meningkatkan pemahaman masyarakat, terhadap pentingnya menggunakan alat
kontrasepsi terus dilakukan, melalui sosialisasi secara kontinyu kepada
masyarakat. Penggunaan alat kontrasepsi dilakukan dengan 2 jalur, yaitu
jalur pemerintah yang diprioritaskan kepada masyarakat pra sejahtera,
serta jalur swasta.
Selain pemberian Layanan alat kontrasepsi KB
gratis bagi masyarakat, pembentukan Kampung KB juga sudah dilakukan di
20 Kecamatan daratan dan kepulauan, bahkan DP3AKB juga memberikan
konseling kesehatan reproduksi melalui Pusat Pelayanan Keluarga
Sejahtera (Pusyangatra).
“Kita terus mendorong, agar masyarakat
bisa memahami pentingnya ber-KB untuk menjaga jarak kelahiran serta
kehidupan yang lebih sejahtera,”ujar Endah, kemarin.
Endah
menambahkan, metode yang dipilih untuk mendorong meningkatnya akseptor
KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yaitu pemasangan IUD
dan Implan, bahkan pada pelayanan KB gratis metode implant banyak
diminati masyarakat, karena diyakini mampu bertahan selama 3 tahun. (
Ren, Esha )